BIREUEN – asakita.news, – Koalisi Barisan Guru Besar (KoBaR GB) Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para guru yang terdampak bencana banjir di dua kabupaten, yakni Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) dan Kabupaten Bireuen pada Sabtu, 8/2/2026.
Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung Ketua KoBaR GB Aceh, Husniati Bantasyam, didampingi Sekretaris Tarmizi, S.Pd, Bendahara Salmiah, S.Pd, serta pengurus KoBaR GB Kabupaten Bireuen.
Penyerahan bantuan dipusatkan di SMKN 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, sebagai lokasi penyaluran untuk perwakilan guru korban banjir dari dua kabupaten tersebut.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, gula, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya yang diharapkan dapat meringankan beban para guru dalam menghadapi Ramadhan pascabencana.
Selain di Kabupaten Bireuen, KoBaR GB Aceh juga menyalurkan bantuan kepada para guru terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya.
Di daerah tersebut, bantuan disalurkan di tiga titik sekolah, yakni SMP Negeri 1 Pidie Jaya, SMA Negeri 2 Pidie Jaya, serta MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) yang turut terdampak musibah banjir.
“Bantuan ini mungkin tidak besar, namun kami berharap dapat membantu para guru yang terdampak banjir agar tetap kuat dan semangat, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” ujar Husniati Bantasyam di sela-sela kegiatan.
Usai penyaluran di Pidie Jaya, rombongan KoBaR GB Aceh melanjutkan agenda ke Kabupaten Bireuen untuk menyerahkan bantuan kepada para guru SMKN 1 Peusangan yang terdampak banjir bandang.
Sekolah tersebut diketahui menjadi salah satu lokasi pendidikan yang terdampak cukup serius akibat bencana alam tersebut.
Dalam kesempatan itu, Husniati Bantasyam juga menyampaikan harapan kepada Dinas Pendidikan Aceh agar dapat memberikan perhatian lanjutan, khususnya terkait kebutuhan kesehatan di lingkungan sekolah pascabanjir.
“Kami berharap Dinas Pendidikan Aceh dapat membantu dalam waktu dekat, terutama penyediaan masker bagi guru dan siswa. Kondisi lingkungan sekolah masih berdebu dan belum sepenuhnya bersih, sehingga sangat rawan menimbulkan penyakit ISPA,” tuturnya.
Ia menegaskan, perhatian terhadap kesehatan guru dan siswa pascabencana merupakan hal penting agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
Aksi sosial KoBaR GB Aceh ini mendapat apresiasi dari para guru penerima bantuan. Mereka berharap kepedulian tersebut dapat menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membantu dunia pendidikan yang terdampak bencana alam.*

