Asakita.News | BANDA ACEH – Tokoh masyarakat Aceh sekaligus Eks Panglima GAM Meulaboh Raya, Teuku Cutman, angkat bicara menanggapi derasnya tudingan miring yang dialamatkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Nasir Syamaun. Cutman menilai ada upaya sistematis dan “pembusukan politik” yang dilakukan oleh sekelompok oknum untuk menyingkirkan Sekda demi melancarkan aksi merampok APBA.
*Tudingan Pemangkasan Anggaran adalah Kebohongan*
Teuku Cutman menegaskan bahwa isu yang menyebut Sekda Aceh memangkas anggaran BPJS/JKA maupun rumah dhuafa untuk menaikkan TPP PNS adalah fitnah yang tidak berdasar.
” _Tuduhan itu adalah kebohongan dan pembusukan politik. Jika kita buka risalah rapat pembahasan APBA, Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) sangat komitmen mengalokasikan dana JKA. Justru anggaran tersebut disinyalir beralih ke ‘Pokir’ oleh oknum-oknum yang memiliki kuasa otoritatif di legislatif,”_ tegas Cutman.
Ia menyayangkan adanya oknum pengamat yang ia sebut bermental buzzer—diduga kecewa karena tidak lulus seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama—yang digunakan untuk menggiring opini (framing) guna membenturkan Gubernur Mualem dengan Sekda Nasir.
*Klarifikasi Anggaran TPP Rp1,5 Triliun*
Menanggapi isu panas mengenai TPP PNS, Cutman mengklarifikasi bahwa anggaran tersebut merupakan pos dari Pemerintah Pusat, bukan hasil “begal” dari dana jaminan kesehatan masyarakat.
” _Anggaran TPP Rp1,5 triliun di APBA itu merupakan anggaran pusat, bukan hasil pemangkasan dana BPJS/JKA. Ini poin penting yang sengaja dikaburkan oleh para ‘bandet’ APBA untuk menghasut rakyat_ ,” jelasnya.
*Tantang Transparansi Notulensi Rapat*
Untuk mengakhiri spekulasi, eks kombatan GAM ini mendesak agar seluruh notulensi dan risalah rapat pembahasan APBA antara eksekutif (TAPA) dan legislatif (DPRA) dibuka secara transparan kepada publik.
” _Biar rakyat tahu siapa yang sebenarnya melakukan penggelembungan APBA untuk kepentingan pribadi di tengah musibah banjir Aceh. Jangan asal menebar kebencian melalui media yang itu-itu saja dengan gaya gangster untuk menyingkirkan Sekda agar mereka leluasa merampok uang rakyat,”_ tambahnya.
*Serangan Brutal karena Tak Berani Kritik Mualem*
Cutman melihat pola serangan terhadap Sekda dilakukan secara brutal karena para aktor intelektual di baliknya tidak berani menyerang Gubernur Mualem secara langsung. Berbagai isu mulai dari tudingan korupsi dana KONI Rp11,2 miliar yang tidak pernah terbukti, hingga masalah personal seperti isu nikah siri, terus digoreng.
” _Mereka menyerang Sekda karena takut mendeteksi siapa ‘otak’ di belakang mereka jika menyerang Mualem. Saya salut kepada Sekda Nasir yang tetap fokus bekerja di bawah instruksi Mualem-Dek Fad tanpa sibuk mengurusi isu murahan dari para buzzer_ ,” puji Cutman.
*Dukungan Penuh KPA*
Sebagai kader yang telah mendampingi Mualem selama lebih dari 15 tahun, Nasir dianggap sebagai sosok yang cakap dan berpengalaman. Cutman menegaskan bahwa penempatan Nasir sebagai Sekda sudah melalui pertimbangan matang.
” _Upaya melengserkan Nasir adalah pekerjaan sia-sia. Jajaran KPA mendukung penuh keputusan Mualem. Tidak ada keraguan sedikit pun atas dedikasi Nasir untuk memajukan Aceh. Para ‘bandet’ ini gerah karena ada Sekda yang menjaga agar APBA tidak bocor,_ ” tutup Teuku Cutman

