• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Selasa, November 3, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
Home Aceh

Stan Kecamatan Jadi Magnet Uroe Lahè ke-515, Bupati H. Sarjani: Ini Wajah Asli Budaya Pidie

Admin by Admin
September 17, 2026 | 17 : 08
in Aceh
0
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Asakita.News | Sigli — Suasana peringatan Peuingat Uroe Lahè ke-515 Pidie makin hidup dengan hadirnya stan-stan dari seluruh kecamatan di Pidie. Tak ingin hanya lewat seremoni, Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., didampingi Sekda Drs. Samsul Azhar, turun langsung meninjau satu per satu stan di Lapangan Gedung PCC Sigli, Rabu siang (16/09/2026).

Dari kuliner tempo dulu, anyaman tradisional, hingga adat dan kearifan lokal, semua ditampilkan. Tiap kecamatan membawa identitasnya masing- masing.

Bupati H. Sarjani menyebut, apa yang ditampilkan di stan bukan sekadar pajangan, tapi cerminan jati diri Pidie.

“Kita ingin memastikan adat dan budaya di masing-masing kecamatan tetap terjaga. Apa yang ditampilkan ini adalah gambaran kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Pidie,” tegas H. Sarjani.

Menurutnya, keberagaman adat di Pidie adalah kekuatan besar yang tidak boleh hilang.

“Setiap kecamatan punya adat, tradisi, dan kekayaan budaya yang berbeda. Ini yang harus terus kita jaga dan wariskan ke generasi muda, jangan sampai hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat dan pemerintah kecamatan yang sudah all-out menampilkan potensi terbaik.

Bagi H. Sarjani, Uroe Lahè bukan hanya peringatan umur Pidie, tapi momen pemersatu.

“Peuingat Uroe Lahè ini momentum penting untuk memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Pidie ke masyarakat luas,” katanya.

Pemantauan stan ini, kata Bupati, adalah bentuk komitmen Pemkab Pidie agar pelestarian adat tidak berhenti di panggung acara saja.

“Semangat menjaga warisan budaya harus hidup terus dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat peringatan saja,” tutupnya.

Dengan usia 515 tahun, Pidie menunjukkan bahwa adat dan budaya tetap menjadi nadi kehidupan masyarakat.

Selain stan kecamatan, Bupati bersama Sekda juga berkesempatan meninjau stan dari berbagai instansi termasuk stan dari instansi vertikal.

Halnya Bupati bersama Sekda, pada sorenya Wakil Bupati Alzaizi Umar juga meninjau stan-stan peserta untuk memastikan kegiatan sesuai dengan program yang telah dicanangkan.(AA/hR)

38
Previous Post

BNN Aceh Musnahkan 3 Kg Sabu dan 44 Kg Ganja, Dedy Tabrani Desak Pemerintah Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Next Post

Muhammad Zar Bakar Semangat Mahasiswa USK: Magang Harus Berdampak, Bukan Sekadar Formalitas

Admin

Admin

Next Post

Muhammad Zar Bakar Semangat Mahasiswa USK: Magang Harus Berdampak, Bukan Sekadar Formalitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In