Muhammad Zar: Jadikan Magang sebagai Investasi Masa Depan, Bukan Sekadar Formalitas
BANDA ACEH — Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori di ruang kuliah. Pengalaman langsung di dunia kerja menjadi bagian penting untuk membentuk pola pikir, keterampilan, sekaligus kesiapan menghadapi masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KIP Kota Banda Aceh, Muhammad Zar, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pembekalan Mahasiswa Magang Berdampak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK), Kamis (17/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung di FISIP USK tersebut digelar sebagai bagian dari persiapan mahasiswa sebelum melaksanakan program magang di sejumlah instansi dan lembaga mitra.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Zar menekankan pentingnya mahasiswa mempersiapkan diri secara visioner sebelum terjun ke lingkungan kerja.
Menurutnya, pembekalan seperti ini menjadi momentum penting agar mahasiswa tidak memandang magang hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan untuk membangun masa depan.
“Bagus kegiatan seperti ini, jadi mahasiswa bisa berpikir lebih visioner menghadapi magang dan pasca magang. Ilmu yang didapat bisa berdampak baik bagi dirinya dan lingkungannya,” ujar Muhammad Zar.
Ia mengajak mahasiswa menjadikan pengalaman magang sebagai sebuah investasi jangka panjang.
“Jadikan magang sebagai investasi masa depan. Mungkin sekarang adik-adik datang sebagai mahasiswa magang, tetapi beberapa tahun kemudian adik-adik bisa kembali ke tempat kerja sebagai profesional, ASN, entrepreneur atau pemimpin,” katanya.
Muhammad Zar juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan setiap proses selama menjalani magang. Menurutnya, lingkungan kerja dapat menjadi ruang belajar untuk memahami praktik profesional, membangun komunikasi, memperluas jaringan, serta mengasah kemampuan yang tidak selalu diperoleh di bangku perkuliahan.
Ia berharap program Magang Berdampak mampu memberikan pengalaman nyata dan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa.
Dengan demikian, magang tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi menjadi proses pembentukan karakter, kompetensi dan jejaring profesional yang dapat menjadi bekal mahasiswa memasuki dunia kerja maupun mengembangkan peran di tengah masyarakat.
Sumber: Asakita.News


