Asakita.News | ACEH JAYA — Upaya mendongkrak produksi dan produktivitas padi di Aceh terus dipacu. Bupati Aceh Jaya Safwandi, S.Sos., MAP, bersama Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Aceh Ir. Firdaus, SP., M.Si., serta Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP., MP., turun langsung ke sawah melakukan penanaman padi bersama.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gampong Harapan, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (26/9/2026), turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya drh. Dailami, unsur BPS, Muspika Kecamatan Panga, penyuluh pertanian, dan para petani.
Penanaman bersama ini menjadi bagian dari percepatan program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS) yang dikembangkan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi sekaligus efisiensi usaha tani.
Plt Kepala Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia, mengatakan PMAAS merupakan salah satu langkah strategis dalam mendorong peningkatan produktivitas padi melalui penerapan teknologi pertanian modern.
“Program ini merupakan bentuk dukungan Kementerian Pertanian dalam percepatan pelaksanaan model pertanian modern untuk meningkatkan produksi padi nasional,” ujar Azanuddin.
Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Aceh, khususnya dalam mewujudkan kemandirian rakyat melalui swasembada pangan, energi, air, serta pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan.
“Kita sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian dan seluruh jajaran atas berbagai upaya untuk meningkatkan produksi, produktivitas, sekaligus pendapatan petani,” katanya.
57.364 Hektare Sawah Aceh Terdampak Bencana
Azanuddin juga menyinggung kondisi lahan pertanian Aceh yang terdampak bencana. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sekitar 57.364 hektare sawah mengalami berbagai tingkat kerusakan.
Kondisi itu berdampak langsung terhadap aktivitas produksi dan pendapatan petani.
Karena itu, Pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota terus mendorong percepatan pemulihan lahan pertanian, terutama sawah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang.
“Untuk sawah rusak berat, Insya Allah tahun 2027 akan coba ditangani. Khusus Pidie dan Pidie Jaya, yang rusak berat sudah ditangani oleh Satgas PRR Pusat,” ujar Azanuddin.
PMAAS Targetkan Produktivitas hingga 10 Ton per Hektare
Kepala BBRMP Aceh, Firdaus, menjelaskan PMAAS merupakan model teknologi pertanian yang dikembangkan setelah pelaksanaan PENAS di Gorontalo.
Atas arahan Presiden, Kementerian Pertanian mencanangkan penanaman padi melalui sistem tersebut hingga mencapai sekitar 1 juta hektare secara nasional.
Untuk Aceh, tahun ini ditargetkan sekitar 34.500 hektare, sementara Kabupaten Aceh Jaya mendapat alokasi sekitar 318 hektare.
Menurut Firdaus, PMAAS memadukan teknologi pertanian modern dengan kearifan lokal, termasuk sistem tanam Jajar Legowo.
Salah satu penerapannya menggunakan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan bantuan alat seperti drum seeder atau direct seeder, sehingga proses persemaian dan pindah tanam dapat dikurangi.
“Dengan sistem ini, biaya dan kebutuhan tenaga kerja dapat ditekan secara signifikan,” jelas Firdaus.
Selain itu, PMAAS menerapkan pola tanam yang lebih teratur untuk mengoptimalkan populasi tanaman dan fotosintesis, serta penggunaan pupuk secara berimbang.
Pemerintah juga akan menambah alokasi pupuk untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Kita berharap program PMAAS ini mampu memproduksi sampai 10 ton per hektare setiap musim tanam. Dengan demikian, hasil yang diperoleh petani tentu akan lebih besar,” ujar Firdaus.
Bupati: Jangan Biarkan Sawah Beralih Fungsi
Sementara itu, Bupati Aceh Jaya Safwandi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian, khususnya dalam mendorong peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani.
Safwandi mengingatkan masyarakat agar menjaga keberadaan lahan sawah dan tidak mudah mengalihfungsikannya untuk kepentingan lain.
“Saya berharap para petani terus mengikuti arahan dari petugas dinas maupun penyuluh. Ini merupakan bagian dari upaya kita meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang selama ini aktif mendampingi petani di Aceh Jaya.
“Karena ini hal baru, kita juga harus banyak belajar. Terus berproses dan jangan ragu untuk maju,” ujarnya.
Safwandi berharap seluruh lahan sawah di Aceh Jaya secara bertahap dapat mengikuti program PMAAS sehingga peningkatan produksi dan produktivitas padi dapat semakin dirasakan masyarakat.
“Kita berharap semua lahan sawah nantinya bisa ikut program PMAAS. Dengan begitu, harapan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas di daerah kita akan semakin besar,” kata Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya drh. Dailami mengatakan pihaknya dalam waktu dekat kembali melakukan penanaman padi pada lahan cetak sawah yang telah siap ditanami.
“Kita berharap semua bisa berjalan sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.


