Asakita.News | Banda Aceh — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertaniandan Perkebunan Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP pada acara Hari Damai XXI di Gedung Balai Mueseuraya Aceh pada Sabtu 15 Agustus2026 menerima penghargaan dari GubernurAceh Muzakir Manaf. Acara Hari Damai kali inimengambil tema “Dignity, Justice, and Hope”.
Pemerintah Aceh kali ini memberikanpenghargaan kepada puluhan tokoh yang terkait dengan perdamaian, menjagaperdamaian dan juga kepada pihak-pihak yang ikut membantu dalam pembangunan lahanpertanian reintegrasi, pelaksanaan penyelesaiankonflik secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat dalamkerangka NKRI.
Gubernur Aceh mengajak seluruhmasyarakat Aceh untuk terus menjaga dan merawat perdamaian agar proses pembangunan dan peningkatan kesejateraanmasyarakat dapat dilaksanakan dengan baik. Perdamaian merupakan modal besar bagi kitauntuk melanjutkan cita-cita para pendahulukita, baik untuk generasi sekarang maupungenerasi seterusnya.
Gubernur terus berusaha bersama-samaseluruh komponen masyarakat untuk segeramemulihkan kondisi Aceh pasca bencana. Untukitu kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Kabupaten/kota dan berbagai komponenmasyarakat terus kita jalin dengan baik. Pemulihan terkait infrastruktur, saranaPendidikan, tambak, irigasi, areal persawahandan kebun serta berbagai hal lainnya terus kitapacu percepatannya.
Terkait menerima penghargaan ini, Azanuddin Kurnia mengucapkan terima kasihkepada Bapak Gubernur atas penghargaan yang diberikan pada Hari Damai ini. Kami terkejutdan tidak menyangka kami mendapatkannya. Terima kasih juga kepada Pak Wagub, Sekda, BRA, rekan-rekan Distanbun Aceh dan seluruhrekan-rekan di Kementan termasuk pak Mentandan para Dirjen terkait, rekan-rekan dinaskab/kota terutama para petani dan pekebuntermasuk rekan-rekan media yang terusmensupport kami dalam bekerja.
Penghargaan ini adalah untuk kita semua, sebagai penyemangat untuk terus berbuat lebihbaik terutama dalam proses pemulihan Aceh pasca bencana pada sektor pertanian dan perkebunan, ujar Azan yang selalu tetapbersemangat dalam bekerja dan terus berkaryadengan ide-ide segarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, GubernurAceh melalui Juru Bicara Dr. Nurlis Efendi menyatakan bahwa pasca bencana Hidrometeorologi, lahan sawah yang terdampakada sekitar 57.485 ha, yang terbagi untukkategori rusak ringan sekitar 27.437 ha, rusaksedang sekitar 13.651 ha dan rusak beratsekitar 16.276 ha dan sawah yang hilang 120 ha. Saat ini yang sudah dan sedang berjalanuntuk optimasi lahan dan rehabilitasi baik rusakringan maupun rusak sedang sekitar 40.852 ha oleh Kementerian Pertanian bekerja samadengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh bersama dinas kabupaten/kota se Aceh yang terdampak bencana, ujar juru bicara.
Sedangkan untuk penanganan sawah rusakberat, Azanuddin Kurnia memberikan masukanuntuk pemulihan sawah rusak berat denganstrategi melalui 4 cara yaitu ; pertama lumpurdi sawah dimanfaatkan sebagai bahan galian C untuk berbagai proyek pemerintah ataupunlainnya. Kedua dengan menanam tanamanmuda yang sesuai dengan kondisi lahan, sepertibawang merah, cabai merah, jagung, ubi kayu, sayuran ataupun tanaman lain yang disukaioleh petani atau masyarakat. Ketiga denganmenjadikan material tersebut menjadi bahanbaku untuk bata ringan atau bata merah. Hal inisudah dilakukan penelitian oleh Forum Zakat, BRIN, USK dan Nurul Hayat. Distanbun Aceh terus berkolaborasi dengan Tim Peneliti. Keempat dengan melakukan rehab sawah rusakberat untuk mengembalikan seperti sawahsebelum bencana.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertaniandan Perkebunan Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP telah memaparkan strategi dalampemulihan sawah rusak berat. Hal tersebutdisampaikan salah satunya ketika mengikutiRapat Koordinasi Pembahasan SawahTerdampak Rusak Berat yang dilaksanakan oleh Satgas PRR pada hari Kamis tanggal 6 Agustus2026 via link zoom.
Selain terkait dengan areal persawahan, Azanuddin Kurnia menurut Nurlis melaporkanberbagai hal yang terkait dengan upayapemulihan di sektor perkebunan pasca bencanakepada Gubernur Aceh. Ada sekitar 60.438 ha areal perkebunan yang terdampak bencana. Saat ini Kementan sudah mengalokasikanupaya pemulihan untuk sekitar 40.418 ha dengan rincian kopi 30.039 ha, kakao 9.034 ha, kelapa 830 ha, dan karet 495 ha, termasukjuga bantuan benih padi, jagung dan ribuanAlsintan yang semua berada pada Satker Pusat dan pada Balai di bawah Kementan.


