Banda Aceh — ASAKITA.NEWS, Pemerintah Aceh dijadwalkan akan melantik dan mengambil sumpah jabatan seluruh Kepala SMA, SMK, dan SLB di Aceh pada besok, kecuali kepala sekolah yang lembaganya menjadi penerima program revitalisasi (revit) tahun 2025.
Pelantikan tersebut akan dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan menjadi bagian dari penataan manajemen pendidikan menengah di Aceh, khususnya dalam memperkuat kepemimpinan sekolah.
Sumber internal Pemerintah Aceh menyebutkan, kebijakan ini diambil untuk memastikan proses revitalisasi sekolah berjalan optimal tanpa gangguan transisi kepemimpinan di tahap awal pelaksanaan program.
“Kepala sekolah yang sekolahnya menerima revitalisasi tahun 2025 belum ikut dilantik pada tahap ini. Mereka akan dirotasi dan dilantik pada tahap kedua setelah evaluasi awal program berjalan,” ujar sumber tersebut, Senin (…).
Fokus Penataan Kepemimpinan Sekolah
Pelantikan tahap pertama ini mencakup mayoritas Kepala SMA, SMK, dan SLB negeri di Aceh yang tidak termasuk dalam daftar sekolah penerima revitalisasi. Langkah ini dinilai strategis untuk menyegarkan kepemimpinan sekolah serta memperkuat tata kelola pendidikan menengah.
Program revitalisasi sendiri merupakan agenda nasional dan daerah yang mencakup peningkatan sarana prasarana, penguatan manajemen sekolah, serta peningkatan kualitas pembelajaran, terutama di SMK.
Pemerintah Aceh menilai, kepala sekolah pada satuan pendidikan penerima revitalisasi perlu fokus penuh mendampingi pelaksanaan program, sehingga rotasi kepemimpinan dilakukan setelah tahapan awal selesai.
Rotasi Tahap II untuk Sekolah Revit 2025
Rotasi dan pelantikan tahap kedua akan diperuntukkan bagi kepala sekolah yang saat ini memimpin SMA, SMK, dan SLB penerima revitalisasi tahun 2025. Tahap ini direncanakan dilakukan setelah dilakukan penilaian kesiapan sekolah dan kinerja manajerial awal.
Kebijakan dua tahap ini juga diharapkan dapat meminimalkan potensi hambatan administratif dan teknis dalam pelaksanaan revitalisasi.
Dorong Mutu Pendidikan Aceh
Pelantikan kepala sekolah secara serentak ini menjadi sinyal kuat komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem untuk melakukan pembenahan sistem pendidikan, tidak hanya pada aspek fisik sekolah, tetapi juga kualitas kepemimpinan dan tata kelola.
Pemerintah Aceh berharap para kepala sekolah yang dilantik mampu bekerja profesional, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan mutu lulusan di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

