Banda Aceh, Asakita.News, – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, atau yang akrab disapa Abu Faisal, mengajak seluruh peserta pembekalan pencegahan pendangkalan akidah untuk meningkatkan pengawasan terhadap berbagai upaya yang dapat melemahkan akidah umat Islam di Aceh.
Ajakan tersebut disampaikan Abu Faisal saat membuka kegiatan pembekalan yang diselenggarakan oleh Sekretariat MPU Aceh dengan tema “Upaya Pencegahan Pendangkalan Akidah”.
Dalam pemaparannya, Abu Faisal mencontohkan bahwa salah satu pintu masuk yang sering digunakan dalam upaya pendangkalan akidah adalah melalui pemberian hadiah atau bantuan kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang memiliki pemahaman akidah yang lemah berpotensi mudah tergiur dengan berbagai bentuk pemberian tersebut.
“Di sinilah peran penting ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen terkait untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum terjadi penyimpangan. Pendekatan preventif harus menjadi prioritas dalam menghadapi pendangkalan akidah di Aceh,” ujarnya.
Abu Faisal juga mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan bertukar gagasan dalam mencari solusi terhadap berbagai potensi pendangkalan akidah yang mungkin terjadi di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa MPU Aceh telah mengeluarkan fatwa terkait pendangkalan akidah. Karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih intensif dari para tokoh agama dan pemangku kepentingan agar fatwa tersebut dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Selain Abu Faisal, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Adat MAA, , yang menyampaikan materi berjudul “Peran MAA dalam Membentengi Akidah Umat dari Aliran Sesat.”
Sementara itu, Kepala Sekretariat MPU Aceh, , menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi umat Islam dalam menjaga dan memperkuat akidah masyarakat Aceh.
“Kami menaruh harapan besar agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi umat Islam serta memperkuat upaya bersama dalam menjaga akidah masyarakat,” kata Zahrol Fajri, S.Ag.MH
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas tokoh agama, unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I MPU Aceh (Abon Muhib), Wakil Ketua II MPU Aceh (Abi Hasbi), dan Wakil Ketua III MPU Aceh (Abiya Hatta).
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kesbangpol Aceh, unsur Satpol PP dan WH , serta Ketua MAA Kota Banda Aceh.
Melalui kegiatan ini, MPU Aceh berharap terbangun sinergi yang kuat antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kemurnian akidah umat Islam serta mencegah berbagai bentuk penyimpangan yang dapat mengancam kehidupan beragama di Aceh.


