Asakita.News | BANDA ACEH — Hasil pemantauan informasi masyarakat dan investigasi lapangan Media Mitrapol Aceh mengungkap beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Aceh kini mengalami kehabisan stok solar. Dugaan penyebabnya adalah pengurangan pembelian kouta BBM bersubsidi atau penebusan kuota BBM Bersubsidi ke Pertamina yang lebih kecil dibanding biasanya ujar Teuku Indra.
Informasi yang media Mitrapol terima dari nara sumber, selama ini SPBU di Aceh umumnya menebus minyak bersubsidi sekitar 15‑25 ton per hari, namun saat ini hanya 7‑15 ton per hari. Diduga pihak pengelola SPBU takut stok BBM bersubsidi tersebut tidak akan habis sebelum akhir hari, hal itu kemungkinan karena mobil – mobil “hantu” sudah pada menghilang akibat tindakkan tegas dari pihak Kepolisian dalam seminggu terakhir ini, sehingga sangat berpengaruh terhadap pembelian minyak yang tiba – tiba menurun secara drastis, ada apa selama ini!? ungkap Teuku Indra.
Kepala Perwakilan (Kaperwil) Media Mitrapol Aceh menilai, jika pola penebusan kuota kecil ini terus berlanjut, antrian panjang BBM bersubsidi bisa muncul kembali meskipun aktivitas kendaraan “mobil hantu” yang menggunakan plat dan barcode palsu sudah menghilang selama ini.
“Kami mendesak pihak Kepolisian untuk memeriksa pihak Pertamina dan pengelola SPBU atas indikasi permainan pengaturan kuota BBM selama ini. Hal ini bisa menjadi pintu masuk pemeriksaan terhadap dugaan praktik tidak terpuji yang merugikan masyarakat,” ujar Kaperwil Media Mitrapol Aceh.
Kaperwil Media Mitrapol kembali mendesak Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. untuk menempatkan personil kepolisian secara berkelanjutan di seluruh SPBU se‑Provinsi Aceh guna mencegah terulangnya antrian panjang dan penyalahgunaan BBM bersubsidi ucapnya.
Menurutnya, kenyamanan masyarakat harus terus dijaga sesuai program unggulan Kapolri Jenderal Pol. Aryo Seto, yaitu Polisi Bersama Masyarakat tutup Kaperwil Media Mitrapol Aceh.


