Asakita.News | BANDA ACEH — Anggota DPRA dari Fraksi Partai NasDem, Zamzami, menyambut penuh rasa syukur dan optimisme atas penetapan Aceh sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXIII Tahun 2028.
Menurutnya, kepercayaan dari pemerintah pusat tersebut merupakan momentum besar bagi kebangkitan syiar Islam sekaligus penguatan identitas Aceh sebagai Serambi Mekkah dalam wawancara (Senin 6/4/26)
Penetapan Aceh sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2028 tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta. Zamzami menilai keputusan tersebut menjadi kabar menggembirakan sekaligus penantian panjang masyarakat Aceh setelah puluhan tahun tidak kembali menjadi tuan rumah ajang syiar Islam terbesar tingkat nasional itu.
Menurut Zamzami, momentum ini harus disambut dengan kesiapan yang matang agar Aceh tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu menorehkan prestasi sebagai peserta. Ia menegaskan seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat perlu bergerak bersama sejak tahap persiapan awal demi memastikan pelaksanaan MTQ berjalan lancar dan berkesan di tingkat nasional.
Lebih lanjut, Zamzami menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ Nasional 2028 sejalan dengan visi kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah yang menempatkan penguatan nilai-nilai syariat Islam sebagai fondasi pembangunan daerah.
Ia menilai keberhasilan menghadirkan MTQ Nasional ke Aceh merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah Aceh dalam memperkuat identitas keislaman daerah di tingkat nasional.
Selain aspek syiar Islam, Zamzami juga menekankan adanya dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat melalui efek berganda (multiplier effect) dari pelaksanaan MTQ Nasional 2028. Kehadiran peserta dan tamu dari seluruh Indonesia diyakini akan menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, serta ekonomi masyarakat kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Karena itu, Zamzami mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional XXXIII Tahun 2028. Ia berharap momentum ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam semata, tetapi juga menjadi tonggak penting memperkuat citra Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

