Oleh: Nasrul SufiDirektur Aceh Sosial Development (ASD)
Pembangunan Aceh sudah saatnya memasuki babak baru. Selama ini, keberhasilan pembangunan sering kali diukur dari besarnya APBA, tingginya realisasi anggaran, dan banyaknya proyek yang dilaksanakan. Padahal, ukuran sesungguhnya bukanlah seberapa besar anggaran dibelanjakan, melainkan seberapa besar dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Di tengah potensi sumber daya alam dan berbagai keistimewaan yang dimiliki, Aceh masih menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang tidak ringan. Kemiskinan, terbatasnya lapangan kerja, lemahnya daya beli masyarakat, serta belum optimalnya pengembangan sektor produktif menunjukkan bahwa arah pembangunan perlu dievaluasi. Pembangunan harus bergeser dari sekadar mengejar serapan anggaran menjadi pembangunan yang menghasilkan nilai tambah bagi kehidupan rakyat.
APBA bukan sekadar instrumen belanja pemerintah, tetapi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Setiap rupiah anggaran harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan produktivitas petani dan nelayan, serta menarik investasi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya terlihat pada laporan keuangan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Aceh membutuhkan keberanian politik untuk melakukan reorientasi pembangunan. Kebijakan harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, didukung data yang akurat, dan diarahkan pada hasil yang terukur. Keberhasilan pemerintah tidak cukup dinilai dari tingginya realisasi anggaran, tetapi dari menurunnya angka kemiskinan, meningkatnya pendapatan masyarakat, serta terbukanya peluang kerja bagi generasi muda.
Aceh memiliki modal besar untuk tumbuh lebih maju. Yang diperlukan saat ini adalah kepemimpinan yang visioner, tata kelola yang efektif, serta komitmen menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai orientasi utama setiap kebijakan. Pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan politik anggaran, tetapi politik yang mampu menghadirkan keadilan sosial, kesempatan ekonomi, dan harapan baru bagi masa depan Aceh.


