Asakita.News | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menutup Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di Muraya Hotel Aceh, Banda Aceh, Senin, 20 April 2026.
Illiza mengatakan Raker Korwil I APEKSI berjalan sangat efektif dan tetap dalam koridor tema yang ditetapkan. Rapat ini telah berhasil merumuskan beberapa rekomendasi yang nantinya akan dibawa dan dibahas lebih detail dalam Rakernas di Medan pada pertengahan 2026. Ada beberapa rekomendasi yang juga bisa langsung disampaikan kepada pemerintah pusat, khususnya pada kementerian terkait agar cepat terealisasi demi kepentingan publik.
“Rekomendasi yang kita tetapkan, mencerminkan komitmen pemerintahan kota terhadap penyelesaian masalah dan acaman dalam penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” ucapnya dalam acara yang dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, Ketua Komwil I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas dan Direktur Eksekutif APEKSI Pusat, Alwis Rustam.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), sebut Illiza, telah memberikan catatan penting terkait pembangunan kota, tata kelola keuangan, dan keharusan sinergi serta kolaborasi untuk mencapai kemajuan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, kami apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada peserta Raker yang cukup proaktif dalam diskusi. Tentu ini tidak terlepas dari harapan besar dan cita-cita menciptakan kota sebagai tempat layanan adminsitrasi yang baik dan kehidupan yang layak,” kata Illiza.
Harapannya, pertemuan ini menjadi jalan berlanjutnya silaturahmi dalam kolaborasi untuk menjadi kota-kota lebih baik dalam segala sektor.
“Pertemuan ini akan menjadi cerita indah kita bersama dalam upaya memakmurkan kota,” ungkap wali kota.
Pada akhir penutupan, Illiza mengajak peserta menghadiri pembukaan City Expo. Banda Aceh adalah kota peninggalan Belanda, juga pernah menjadi saksi bisu dahsyatnya Tsunami Aceh 2006. Tentu banyak tempat bersejarah yang layak dikunjungi, sehingga semua bisa memetik pelajaran demi terhindar dari ancaman bencana.

