Asakita.news | Aceh Singkil – Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil, Wartono SH, secara terbuka mengkritik keputusan Menteri Dalam Negeri yang menunjuk Safrizal ZA sebagai pimpinan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh.
Menurutnya, penunjukan tersebut tidak tepat dan tidak mencerminkan kebutuhan Aceh saat ini yang membutuhkan figur dengan rekam jejak konsisten dalam penanganan bencana.
Wartono menilai, penugasan itu justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat yang berharap pemulihan pascabencana berjalan lebih objektif dan profesional.
Dalam keterangannya, Wartono menyindir keras kinerja Safrizal pada periode sebelumnya. Ia menyinggung bahwa ketika bencana besar melanda wilayah 4 Pulo, Safrizal dinilai “buang badan” dan tidak menunjukkan keberpihakan maksimal kepada masyarakat terdampak.
Kalau sekarang disebut tepat, lalu ke mana saat 4 Pulo membutuhkan penanganan cepat? Ada apa sebenarnya?” tegas Wartono, mempertanyakan konsistensi dan komitmen Safrizal terhadap Aceh.
Lebih jauh, Wartono menegaskan bahwa Safrizal tidak layak dan tidak pas memimpin Satgas Rehab–Rekon Aceh. Ia menyebut bahwa masih banyak putra-putra Aceh lain yang memiliki kapasitas, kepedulian, dan rekam jejak lebih jelas dalam penanganan bencana.
Kalau bisa, orang lain saja yang memimpin. Banyak tokoh Aceh yang lebih pantas dan lebih mengerti kondisi daerah,” ujar Wartono. Ia pun meminta pemerintah pusat mempertimbangkan ulang penunjukan tersebut demi efektivitas pemulihan Aceh secara menyeluruh.
Wartono turut mengingatkan kembali peristiwa keributan di wilayah 4 Pulo Aceh Singkil beberapa waktu lalu, yang menurutnya masih membekas kuat di ingatan masyarakat. Ia menilai bahwa pada saat situasi memanas dan warga sangat membutuhkan kehadiran pemerintah pusat, sosok Safrizal ZA justru tidak tampak dan tidak menunjukkan peran berarti. “Waktu ribut 4 Pulo kemarin, di mana beliau? Kami rakyat Aceh Singkil belum lupa kejadian itu,” tegas Wartono, menyebut bahwa pengalaman tersebut menjadi alasan kuat mengapa ia menilai penunjukan Safrizal sebagai pimpinan Satgas Rehab–Rekon Aceh tidak tepat.

