Langsa, Asakita.news, – Video yang memperlihatkan seorang siswi terlibat aksi duel dengan seorang guru yang sempat viral di media sosial dipastikan bukan terjadi di Kota Langsa, Aceh. Klarifikasi ini disampaikan pihak Kacabdin kota Langsa guna meluruskan informasi yang sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Beredarnya video tersebut sebelumnya memicu berbagai spekulasi publik, terutama karena narasi yang menyertainya menyebutkan peristiwa itu terjadi di Langsa. Namun, setelah dilakukan penelusuran dan verifikasi oleh awak media ini , dipastikan bahwa kejadian dalam video tersebut tidak berlangsung di wilayah Langsa.
Rusli salah seorang kepala sekolah di kota Langsa via WhatsApp menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial seringkali tidak disertai fakta yang akurat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
Lebih lanjut Rusli menyampaikan tidak ada seragam sekolah SMA di Langsa yang corak di vidio viral itu .
Dalam video yang beredar luas, tampak seorang siswi berhadapan dengan guru dalam situasi yang memicu perhatian publik.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi mengenai lokasi dan waktu pasti kejadian tersebut. Yang jelas, kami memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di Langsa.
Klarifikasi ini penting untuk menjaga kondusivitas daerah serta mencegah kesalahpahaman yang dapat merugikan pihak tertentu, khususnya dunia pendidikan di Aceh.
Pihak sekolah dan otoritas setempat juga diimbau untuk tetap meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap siswa guna menghindari kejadian serupa.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh konten viral yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Verifikasi informasi menjadi langkah penting sebelum mempercayai atau menyebarkannya kembali.
Dengan adanya penegasan ini, diharapkan tidak ada lagi asumsi liar yang berkembang di tengah masyarakat terkait lokasi kejadian dalam video tersebut. Pemerintah dan aparat harus mencari tahu lokasi kejadian agar informasi tidak bias.

