Dubai, Asakita.news, — Presiden Amerika Serikat, , mulai mendorong upaya gencatan senjata dengan Iran di tengah meningkatnya tekanan perang yang telah berlangsung beberapa pekan terakhir. Pemerintah AS dilaporkan telah mengajukan proposal perdamaian komprehensif kepada sebagai bagian dari langkah diplomasi untuk meredakan konflik.
Berdasarkan laporan pada Selasa, 24 Maret 2026, pemerintahan Trump menawarkan rencana gencatan senjata berisi 15 poin kepada Teheran melalui pihak perantara. disebut turut menawarkan diri sebagai tuan rumah perundingan lanjutan antara kedua negara.
Proposal tersebut muncul di saat militer Amerika Serikat tetap bersiap meningkatkan kehadiran pasukan di kawasan , termasuk rencana pengiriman tambahan sekitar 1.000 personel guna memperkuat puluhan ribu pasukan yang telah lebih dulu ditempatkan di wilayah tersebut.
Trump menyatakan bahwa upaya diplomasi sedang berjalan dan bahkan mengklaim adanya sinyal positif dari Iran. Ia menyebut komunikasi yang terjalin menunjukkan proses negosiasi berada di jalur yang tepat, meskipun tidak merinci lebih lanjut bentuk kesepakatan yang dimaksud.
Namun, pernyataan tersebut langsung mendapat bantahan dari pihak Iran. Sejumlah pejabat di Teheran menegaskan bahwa tidak ada negosiasi langsung yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Bahkan, Iran menyebut klaim Washington sebagai tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Dalam perkembangan terbaru pada Rabu, 25 Maret 2026, Iran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat. Teheran justru mengajukan proposal tandingan dengan sejumlah tuntutan, termasuk kendali penuh atas , kompensasi perang, serta penghentian serangan terhadap pejabatnya.
Meski demikian, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Sejumlah negara seperti dan turut berupaya menjadi mediator guna membuka peluang dialog langsung antara kedua pihak.
Di sisi lain, konflik bersenjata masih terus berlangsung. Serangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya dilaporkan tetap terjadi, menandakan bahwa upaya gencatan senjata belum membuahkan hasil konkret di lapangan.
Situasi ini juga memicu tekanan domestik terhadap Trump. Di dalam negeri, meningkatnya harga minyak dan ketidakpastian global akibat perang disebut turut memengaruhi dukungan politik terhadap kebijakan luar negeri pemerintahannya.
Dengan kondisi yang masih dinamis, proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat menjadi indikasi kuat bahwa jalur diplomasi mulai diintensifkan, meskipun perbedaan sikap antara Washington dan Teheran masih menjadi hambatan utama menuju perdamaian.

