ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Jumat, April 17, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Aceh

Totalitas Bang Saf dalam Menangani Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Demi Aceh dan Korban Banjir

Redaksi by Redaksi
Desember 12, 2025 | 23 : 22
in Aceh
0
Totalitas Bang Saf dalam Menangani Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Dirjen Bina Adwil kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA di Dampingi Bupati Aceh Tengah Haili yoga Menyampaikan Kondisi Aceh Pasca Banjir dan Longsor.

1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.com | Aceh Tengah – Mantan Penjabat (PJ) Gubernur Aceh yang juga menjabat sebagai Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan BINA ADWIL, Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menunjukkan semangat dan komitmen penuh dalam membantu masyarakat Aceh yang sedang menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh.

Musibah banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatera telah menimbulkan dampak multidimensi: jutaan warga mengungsi, ribuan desa terisolasi, dan jaringan infrastruktur publik mengalami kerusakan berat. Di tengah situasi genting ini, Safrizal yang akrab disapa Bang Saf menggerakkan seluruh kapasitas yang dimilikinya untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan warga.

Sebagai pejabat strategis di Kemendagri, Safrizal memastikan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta unsur TNI–Polri berjalan tanpa hambatan. Ia mengikuti secara saksama dinamika lapangan dan mengarahkan agar seluruh jajaran pemerintahan fokus pada upaya tanggap darurat, terutama pembukaan akses desa terisolir, mobilisasi logistik, serta percepatan pemulihan layanan dasar.

“Bang Saf tahu betul apa yang harus dilakukan,” ujar salah satu pejabat daerah yang terlibat dalam rapat koordinasi penanganan bencana. “Setiap kebijakan yang diambil terukur, cepat, dan langsung menyasar kebutuhan masyarakat.”

Kedekatannya dengan Aceh bukan sekadar ikatan birokrasi. Sebagai putra Aceh asli, Safrizal tak dapat menyembunyikan kesedihannya ketika menyaksikan sebagian besar wilayah tanah kelahirannya porak-poranda akibat banjir dan longsor. Ia menegaskan bahwa penderitaan warga bukan sekadar angka statistik, melainkan tragedi kemanusiaan yang membutuhkan empati, kehadiran negara, dan kerja pemerintah yang total.

“Pasca bencana hidrometeorologi, beban masyarakat Aceh bukan hanya dirasakan oleh mereka yang rumahnya terendam atau aksesnya terputus,” katanya dalam sebuah koordinasi internal. “Hampir seluruh masyarakat terdampak, baik dari sisi ekonomi, pekerjaan, maupun aktivitas keseharian. Situasi ini memerlukan langkah pemulihan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.”

Bang Saf juga mendorong agar pemerintah daerah memperkuat langkah-langkah mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan, mengingat intensitas fenomena cuaca ekstrem belum sepenuhnya stabil. Menurutnya, Aceh membutuhkan ketahanan sistemik mulai dari tata ruang, kapasitas pemerintah daerah, hingga edukasi kebencanaan di tingkat komunitas.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam berbagai kesempatan, Safrizal menyampaikan bahwa negara tidak boleh hadir setengah hati. Dukungan logistik, tim lapangan, sarana evakuasi, hingga pemulihan layanan dasar harus terus diperkuat sampai situasi kembali normal.

Pergerakan cepat Bang Saf ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, terutama karena ia dianggap mampu menjembatani percepatan kebijakan pusat ke daerah. Di tengah bencana besar yang menghantam hampir setengah wilayah Aceh, sosoknya kembali menjadi figur penting yang menghadirkan ketenangan, kepastian, dan koordinasi yang solid.[]

85
Previous Post

Kacabdin Bireuen Kumpulkan Kepala Sekolah: Bentuk Tiga Grup Bersih-Bersih Sekolah Terdampak Lumpur

Next Post

Rasa Meutaloe Wareh, PB-HIKMAD Hadir Menguatkan Korban Banjir Meureudu–Meurah Dua

Redaksi

Redaksi

Next Post
Rasa Meutaloe Wareh, PB-HIKMAD Hadir Menguatkan Korban Banjir Meureudu–Meurah Dua

Rasa Meutaloe Wareh, PB-HIKMAD Hadir Menguatkan Korban Banjir Meureudu–Meurah Dua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In