Asakita.News | CALANG — Tokoh pendiri Kabupaten Aceh Jaya, A. Malik Musa, menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian pembangunan Aceh Jaya yang terus menunjukkan kemajuan hingga memasuki usia ke-24 tahun. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Aceh Jaya di Calang, di mana dirinya juga dipercaya membacakan teks sejarah singkat berdirinya Kabupaten Aceh Jaya sebagai salah satu tokoh yang terlibat langsung dalam proses pemekaran daerah tersebut.
Menurut Malik Musa, ke depan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya perlu lebih fokus memperkuat sektor ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah, terutama sektor perikanan darat dan laut, pertanian, serta perkebunan rakyat. Ia menilai potensi sumber daya alam Aceh Jaya sangat besar dan harus dikelola secara terarah agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong Pemerintah Aceh Jaya menetapkan satu komoditas unggulan daerah yang menjadi ikon ekonomi masyarakat. Salah satu yang dinilai sangat potensial adalah tanaman nilam yang dapat dikembangkan secara luas oleh petani sebagai komoditas ekspor bernilai tinggi. “Nilam bisa menjadi identitas ekonomi Aceh Jaya jika dikembangkan secara serius dan terintegrasi oleh masyarakat,” ujar Malik Musa.
Selain itu, Malik Musa juga mengusulkan gerakan tanam kunyit secara massal di lingkungan masyarakat, khususnya di pekarangan rumah warga melalui pola tanam sederhana maupun sistem polibag. Menurutnya, jika setiap rumah menanam kunyit, maka dalam waktu relatif singkat masyarakat dapat memperoleh tambahan penghasilan, apalagi peluang ekspor tepung kunyit ke negara seperti Malaysia dan India cukup terbuka, didukung keberadaan pelabuhan di Calang.
Di sektor pariwisata, Malik Musa juga menekankan pentingnya pengembangan destinasi wisata berbasis alam seperti lokasi pemancingan ikan air tawar maupun wisata pesisir pantai yang mudah dijangkau masyarakat. Ia menilai peningkatan akses jalan serta sarana dan prasarana menuju objek wisata, termasuk kawasan air terjun, akan mendorong kunjungan wisatawan dari luar daerah, khususnya pada akhir pekan.
Menurutnya, jika sektor wisata, pertanian, dan perkebunan rakyat dapat digerakkan secara bersamaan, maka perputaran ekonomi masyarakat Aceh Jaya akan meningkat signifikan. “Kalau orang ramai datang dari kota ke Aceh Jaya, mereka belanja hasil pertanian masyarakat. Ini akan memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan pendapatan warga secara langsung,” ujar Malik Musa penuh optimisme.

