MERAUKE, Asakita.news – Tim Ekspedisi Patriot IPB University menggali potensi pengembangan hilirisasi pertanian padi di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan Gapoktan dan BPP Tanah Miring, Selasa (11/8/2026).
FGD tersebut membahas potensi, persoalan, dan tantangan yang dihadapi petani, termasuk aspek produksi, kelembagaan, pembenihan, hingga peluang pengembangan produk bernilai tambah.
Dalam pertemuan itu, petani turut menyampaikan aspirasi terkait akses pupuk SP-36 bersubsidi yang disebut sudah beberapa tahun tidak mereka dapatkan. Persoalan tersebut menjadi salah satu catatan tim dalam memetakan kondisi sektor hulu pertanian padi.
Caption foto: Tim Ekspedisi Patriot IPB University berdiskusi bersama perwakilan Gapoktan dan BPP Distrik Tanah Miring terkait potensi dan pengembangan hilirisasi padi, Selasa (11/8/2026).
Perwakilan Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB sektor pertanian padi, Dr. Muhammad Syukur Sarfat, S.T.P., M.Si., mengatakan potensi pertanian padi di Tanah Miring cukup besar.
“Potensi yang dimiliki cukup besar. Kami ingin program ini memberikan dampak manfaat bagi masyarakat, khususnya petani padi, dan berharap langkah yang dilakukan bisa memberikan efek yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BPP Distrik Tanah Miring, Elvin Alang, menyambut baik FGD tersebut karena menjadi ruang untuk menyerap aspirasi petani dan mendorong kemajuan pertanian di wilayah Tanah Miring.
Melalui kegiatan ini, Tim Ekspedisi Patriot IPB berharap potensi padi Tanah Miring tidak hanya berhenti sebagai komoditas gabah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan manfaat ekonomi bagi petani.
Laporan: Tim Ekspedisi Patriot IPB University Selasa (11/8/2026).


