BIREUEN – Asakit.news – SMKN 1 Peusangan menyalurkan bantuan satu ton beras serta zakat dan infak sebesar Rp8,3 juta kepada guru dan siswa yang terdampak banjir bandang.
Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama Kepala SMKN 1 Peusangan dengan Alumni Seri Temenggong (AST) IPGKTI Johor Bahru, Malaysia.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, ST., M.Pd., di halaman sekolah setempat, Sabtu (14/3/2026).
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi guru dan siswa yang terdampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi inisiatif yang dilakukan pihak sekolah dalam membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu warga sekolah yang terdampak musibah.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Kepala SMKN 1 Peusangan patut menjadi contoh bagi sekolah lain agar lebih aktif membangun jaringan kemitraan demi membantu guru dan siswa yang membutuhkan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Kepala SMKN 1 Peusangan yang mampu membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk alumni di luar negeri. Ini menjadi contoh baik bagi kepala sekolah lainnya agar terus memperluas jejaring demi membantu guru dan siswa kita yang sedang menghadapi musibah,” ujar Abdul Hamid.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, ST., M.Pd., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Alumni Seri Temenggong Johor Bahru terhadap masyarakat Aceh, khususnya keluarga besar SMKN 1 Peusangan yang terdampak banjir.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para alumni yang telah mempercayakan pihak sekolah untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada penerima yang berhak.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Alumni Seri Temenggong (AST) IPGKTI Johor Bahru yang telah menunjukkan kepedulian dan mempercayakan kepada kami untuk menyalurkan bantuan ini kepada guru dan siswa yang terdampak banjir. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka,” kata Faisal.
Ia menambahkan, bantuan tersebut tidak hanya membantu kebutuhan para penerima, tetapi juga menjadi simbol kuatnya solidaritas dan kepedulian lintas negara antara alumni di Malaysia dengan masyarakat Aceh.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban guru dan siswa yang terdampak banjir, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah” tambah Faisal.
Salah seorang guru penerima bantuan, Ainol Najmi, S.Pd., mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia mengatakan musibah banjir beberapa waktu lalu sempat membuat keluarganya mengalami kesulitan karena banyak kebutuhan rumah tangga yang rusak.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Banjir kemarin cukup berdampak bagi kami. Bantuan ini tentu sangat membantu untuk meringankan kebutuhan keluarga kami. Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli,” ujar Ainol Najmi.

