Aceh Besar, Asakita.news, – Perpustakaan SMK Negeri 1 Al-Mubarkeya menggelar seleksi Duta Baca pada Jumat–Sabtu, 23–24 Oktober 2026.
Kegiatan dilaksanakan di Perpustakaan SMKN 1 Al-Mubarkeya ini bertujuan menjaring siswa-siswi yang memiliki minat baca, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta komitmen dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Kepala Perpustakaan SMKN 1 Al-Mubarkeya, Yeni Putri Sari, S.Pd.I., menjelaskan bahwa seleksi Duta Baca merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa dalam berbagai kegiatan literasi.
Menurutnya, Duta Baca diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau perwakilan perpustakaan, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi teman-temannya dalam membangun kebiasaan membaca, berbagi pengetahuan, serta memanfaatkan buku dan sumber informasi secara positif.
“Melalui seleksi ini, kami ingin menemukan siswa-siswi yang memiliki semangat membaca, mampu berkomunikasi dengan baik, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan literasi di sekolah.
Kami berharap Duta Baca terpilih nantinya dapat menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk lebih mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelas Yeni Putri Sari.
Dalam proses seleksi, peserta akan dinilai berdasarkan enam aspek utama, yaitu minat dan kebiasaan membaca, kemampuan komunikasi dan presentasi, sikap, kedisiplinan dan kepribadian, kreativitas serta ide kegiatan literasi, komitmen dan tanggung jawab, serta wawancara.
Seluruh peserta diharapkan hadir tepat waktu, berpakaian rapi, mempersiapkan diri dengan baik, dan mengikuti setiap tahapan seleksi secara sungguh-sungguh.
Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting untuk melihat kesiapan calon Duta Baca dalam menjalankan peran sebagai penggerak literasi di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Al-Mubarkeya, Baihaqi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan seleksi Duta Baca sebagai langkah positif dalam membangun karakter siswa yang gemar membaca, berwawasan luas, kreatif, dan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik.
Menurut Baihaqi, budaya literasi merupakan bagian penting dari proses pendidikan karena dapat memperluas pengetahuan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membentuk karakter dan kemandirian peserta didik.
“Sekolah tidak hanya bertugas membekali siswa dengan keterampilan sesuai bidang keahliannya, tetapi juga harus menumbuhkan budaya membaca, kemampuan berpikir kritis, dan kemauan untuk terus belajar.
Saya berharap Duta Baca yang terpilih nantinya dapat menjadi teladan dan mengajak teman-temannya untuk menjadikan literasi sebagai budaya positif di sekolah,” ungkap Baihaqi.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan berbagai inovasi literasi yang menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga perpustakaan semakin diminati siswa sebagai tempat belajar, mencari inspirasi, dan mengembangkan kreativitas.
Melalui seleksi Duta Baca ini, SMKN 1 Al-Mubarkeya berkomitmen untuk terus memperkuat budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Para Duta Baca terpilih diharapkan mampu menjadi penggerak yang inspiratif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menumbuhkan semangat membaca serta berbagi pengetahuan di kalangan warga sekolah.
Dengan semangat literasi, SMKN 1 Al-Mubarkeya berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki wawasan luas, karakter mulia, dan semangat belajar sepanjang hayat.


