ASAKITA.NEWS | BANDA ACEH — Kinerja gemilang kembali ditorehkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Dedi Tabrani. Dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak menjabat, ia berhasil mengungkap dan memberantas peredaran narkoba dengan total barang bukti mencapai 65 kilogram.
Capaian ini menjadi catatan sejarah baru dalam upaya pemberantasan narkotika di Aceh. Bahkan, jumlah tersebut disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia dalam periode yang sama.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi penindakan yang intensif serta penguatan sinergi lintas sektor yang dilakukan BNNP Aceh di bawah kepemimpinan Brigjen Dedi Tabrani. Operasi yang digelar secara masif dan terukur mampu membongkar jaringan peredaran narkoba yang selama ini meresahkan masyarakat.
Selain itu, pendekatan kolaboratif dengan aparat penegak hukum dan elemen masyarakat turut menjadi faktor penting dalam mengungkap berbagai kasus besar tersebut. Sinergi yang dibangun memperkuat efektivitas penindakan sekaligus memperluas jangkauan pencegahan.
Brigjen Dedi Tabrani sendiri dikenal sebagai putra terbaik Aceh yang berkiprah di institusi kepolisian dengan rekam jejak yang mumpuni. Ia menempuh pendidikan hingga jenjang doktor (S3) di bidang Ilmu Kepolisian, yang menjadi bekal kuat dalam merumuskan strategi pemberantasan kejahatan narkotika.
Tak hanya itu, pengalaman lapangan yang dimilikinya juga tidak diragukan. Ia pernah terlibat sebagai penembak jitu dalam peristiwa teror Sarinah di Jakarta pada tahun 2016, yang menjadi salah satu momen penting dalam penanganan aksi terorisme di Indonesia.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti komitmen BNNP Aceh dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya narkotika yang terus mengintai. Ke depan, BNNP Aceh bertekad untuk terus meningkatkan intensitas pemberantasan serta memperkuat langkah pencegahan di seluruh wilayah Aceh.
Capaian ini diharapkan menjadi momentum penting dalam perang melawan narkoba, sekaligus mempertegas posisi Aceh sebagai wilayah yang serius dan konsisten dalam memberantas peredaran gelap narkotika.

