ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Jumat, April 17, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Aceh

Prof. Adjunct DR. Marniati: Aceh Tamiang Harus Bangkit Lewat Pendidikan – Asakita.News

Nuzul Fahmi by Nuzul Fahmi
Maret 6, 2026 | 15 : 55
in Aceh
0
Prof. Adjunct DR. Marniati: Aceh Tamiang Harus Bangkit Lewat Pendidikan – Asakita.News
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.News | ACEH TAMIANG — Sambutan Prof. Adjunct Marniati dalam acara serah terima bantuan dari Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPS) dan rakyat Perlis, Malaysia, pada Rabu, 5 Maret 2026, sukses menyedot perhatian publik. Dengan suara lantang dan penuh makna, beliau menyampaikan pesan menyentuh tentang pentingnya pendidikan sebagai jalan kebangkitan Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang harus bangkit lewat pendidikan, bukan sekadar harapan dan kata-kata! Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan dan kebodohan,” tegas Prof. Marniati disambut tepuk tangan meriah.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak akan berhasil jika pendidikan diabaikan. Sekolah harus dibenahi dengan fasilitas modern, kurikulum diperbarui sesuai kemajuan zaman, dan para guru harus diberdayakan agar mampu mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, serta siap bersaing secara global.

Menyentuh sisi reflektif, Prof. Marniati mengajak masyarakat belajar dari sejarah Jepang setelah tragedi bom Hiroshima. “Saat Jepang luluh lantak oleh bom, hal pertama yang ditanyakan pemerintahnya bukan berapa gedung yang tersisa, tapi berapa guru yang masih hidup Itu karena mereka tahu — guru dan pendidikan adalah aset paling berharga untuk membangkitkan negara dari kehancuran,” ujarnya berapi-api.
Ia menegaskan, Aceh juga harus meneladani semangat itu: menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama untuk membangun peradaban dan kekuatan baru. “Kalau Jepang bisa bangkit dan menjadi negara maju hanya dengan berpegang pada nilai pendidikan, Aceh Tamiang pun bisa melakukan hal yang sama jika kita semua bersatu membangun generasi berilmu,” ucapnya penuh keyakinan. Di akhir sambutannya, Prof. Marniati berpesan agar para anak muda Aceh Tamiang tidak menyerah untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, bahkan ke luar negeri. “Pilih universitas yang berwawasan global dan berprestasi internasional. Dunia kerja kini terbuka bagi mereka yang berani, pintar, dan berwawasan luas,” tutupnya.

32
Previous Post

Jelang Rakernas I Tahun 2026, Ikatan Guru Indonesia Susun Berbagai Rencana Program Strategis

Next Post

Wagub Aceh Dampingi Mendagri dan Mensos Tinjau Huntara serta Serahkan Bantuan Korban Bencana di Pidie Jaya

Nuzul Fahmi

Nuzul Fahmi

Next Post
Wagub Aceh Dampingi Mendagri dan Mensos Tinjau Huntara serta Serahkan Bantuan Korban Bencana di Pidie Jaya

Wagub Aceh Dampingi Mendagri dan Mensos Tinjau Huntara serta Serahkan Bantuan Korban Bencana di Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In