BIREUEN, Asakita.news, – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen bergerak cepat menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran yang terjadi di Desa Cot Rabo Tunong.
Peristiwa tersebut menghanguskan rumah tinggal dua anak yatim piatu, Bilal (14) dan adiknya Mulkan (8), yang kini harus kehilangan tempat berteduh.
Ketua PMI Bireuen, , menyampaikan bahwa kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Puing-puing hitam sisa kebakaran menjadi saksi betapa cepatnya musibah itu merenggut seluruh harta benda korban.
“Ini bukan sekadar musibah biasa. Dua anak yatim piatu kebanggaan kita kehilangan segalanya dalam sekejap. Kehadiran kami untuk memastikan mereka tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Dalam penanganan awal, PMI Bireuen turut mendampingi Bupati Bireuen, , yang turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan masa panik kepada para korban.
Bupati Mukhlis dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu hadir sebagai sandaran bagi masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan perhatian.
“Kami memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Anak-anak ini adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Mukhlis.
Selain membantu Bilal dan Mulkan, PMI Bireuen bersama pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada keluarga M. Nasir (61), yang rumahnya turut terdampak akibat kobaran api.
Edy Saputra menambahkan, PMI Bireuen berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memastikan bantuan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran, baik dalam bentuk logistik maupun dukungan moril.
Ia juga mengapresiasi peran relawan dan masyarakat yang sigap membantu sejak awal kejadian.
“Terima kasih kepada seluruh relawan dan warga yang telah bahu-membahu. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita dalam menghadapi setiap musibah,” ungkapnya.
PMI Bireuen mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para korban agar diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit kembali dari musibah tersebut.

