ASAKITA.NEWS | BANDA ACEH — Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng menyatakan bahwa saat ini Distanbun Aceh bersama dinas yang membidangi pertanian kabupaten/kota sedang terus berusaha menyelesaikan optimasi lahan sawah rusak ringan seluas 27.071 ha. Perencanaan yang sudah selesai oleh kampus akan langsung dilakukan kontruksinya. Itu bagian strategi kami untuk percepatan. Kami usahakan pada musim tanam Juli 2026 semoga sawah-sawah petani kita sudah bisa ditanami kembali. Kemudian rusak sedang 4.393 ha juga sedang dilaksanakan kontruksinya.
Hal itu terus kami lakukan sesuai arahan Pak Gubernur, Wagub dan Sekda. Apalagi pada rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan pemulihan pasca bencana yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh Selasa (9/6/2026) Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyoroti masih banyaknya kendala di wilayah pelosok Aceh enam bulan pasca bencana banjir dan longsor di hadapan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Sesuai arahan Pak Gubernur, kita terus berusaha untuk mengusulkan lokasi-lokasi yang belum difasilitasi oleh Kementan. Komunikasi kita dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan baik ketemu langsung di Jakarta atau ketika mereka ke Aceh, juga via telpon, wa juga via surat resmi.
Pada hari ini Kamis kami menerima Tim dari Ditjen LIP Kementan Jakarta memberitahukan kepada kita secara langung. Alhamdulilah usulan kita tersebut telah diterima seluas 9.524 ha. Jadi total ada sekitar 13.781 ha untuk rusak sedang difasilitasi oleh Kementan. Dengan demikian rusak ringan dan rusak sedang Insya Allah semua akan difasilitasi, tinggal yang rusak berat yang belum.
Insya Allah kita akan segera lapor langsung kepada pimpinan. Selain itu Kami akan segera berkoordinasi dengan 11 kabupaten (awalnya rehab rusak sedang hanya 5 kabupaten) agar proses ini bisa segera kita laksanakan dengan tetap memegang teguh aturan yang ada.
Sedangkan untuk sawah rusak berat, kita akan coba usul kembali bila kemajuan pekerjaan rusak sedang sudah memadai dikerjakan oleh kawan-kawan di kabupaten/kota. Sambil menunggu itu, kami juga mengusulkan agar lumpur sawah rusak berat bisa dimanfaatkan sementara untuk bahan baku batubata dan bata ringan. Saya secara berkala melakukan koordinasi dengan Tim Peneliti dari Forum Zakat, BRIN dan USK sebagai Tim Peneliti batubata dari lumpur bencana.
Selain itu Azanuddin Kurnia berharap kepada kabupaten/kota yang terkena dampak rusak berat dapat segera mengirimkan CPCL untuk olah lahan dari sumber dana TKD. Sampai saat ini belum semua dikirim CPCL dan poligonnya. Kita lakukan olah lahan sambil menunggu rehab berat, hal ini perlu dilakukan agar petani kita dapat berkehidupan segera. Olah lahan dari TKD bukan untuk rehab sawah tetapi sambil menunggu dilakukan rehab, minimal para petani kita bisa berusaha tani agar lahannya tetap bisa menghasilkan.
Kami mohon kerjasama kawan-kawan kabupaten dapat mensuplai data-data yang kami butuhkan untuk segera kita laksanakan kegiatan secepat mungkin.


