Asakita.News | PIDIE JAYA — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, PLN UID Aceh bersama MKI (MKI) menyalurkan bantuan kemanusiaan pada 1 April 2026. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabencana, khususnya penyediaan akses air bersih dan sarana ibadah.
Bantuan air bersih diwujudkan melalui penempatan tiga unit mesin pengolah air minum di sejumlah titik terdampak, yakni Gampong Mesjid Tuha Kecamatan Meureudu, Gampong Dayah Kruet Kecamatan Meurah Dua, serta Gampong Meunasah Mee Kecamatan Jangka Buya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh air layak konsumsi secara lebih mudah di tengah kondisi pascabencana.
Selain itu, PLN UID Aceh dan MKI juga menyalurkan perlengkapan ibadah berupa karpet sajadah, Al-Qur’an, mukena, dan kain sarung kepada masyarakat di Gampong Manyang Cut dan Masjid Meunasah Bie. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan aktivitas ibadah sehari-hari selama masa pemulihan.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, bersama Ketua MKI Wilayah Aceh, M. Irhamsyah. Keduanya menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dan MKI untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana.
Kolaborasi antara PLN UID Aceh dan MKI ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Pidie Jaya sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat. Bantuan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian insan ketenagalistrikan dalam membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalankan aktivitas secara normal.

