BANDA ACEH – ASAKITA.NEWS, Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) terus memperluas dampak ekonominya dengan merangkul sektor pendidikan vokasi.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Global Mandiri USK dengan BLUD SMKN 1, 2, dan 3 Banda Aceh, Selasa (27/1), USK berkomitmen mengintegrasikan ekosistem bisnisnya untuk memajukan SMK di Aceh.
Dalam sambutannya di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, menegaskan pentingnya perubahan mindset para pengelola sekolah.
Ia menginstruksikan agar fasilitas negara tidak dibiarkan pasif, melainkan harus dikelola secara produktif melalui mekanisme BLUD.
Sinergi Bisnis Berbasis PTNBH
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan bahwa status PTNBH yang disandang USK memberikan fleksibilitas besar dalam pengembangan usaha, yang kini siap dikolaborasikan dengan SMK di Aceh.
Saat ini, USK telah memiliki 15 unit usaha yang bergerak di berbagai sektor, serta satu badan hukum perseroan terbatas, yaitu PT Global Mandiri USK (GMU).
”Sebagai PTNBH, USK memiliki infrastruktur bisnis yang matang. Kami ingin SMK di Aceh dapat tumbuh bersama melalui kolaborasi dengan 15 unit usaha yang kami kelola.
Ini adalah peluang bagi SMK untuk belajar langsung dari ekosistem bisnis profesional, sehingga pengelolaan BLUD di sekolah tidak lagi sekadar administratif, tapi benar-benar kompetitif,” ujar Prof. Marwan.
Ia berharap sinergi ini menjadi jembatan bagi produk dan jasa SMK untuk masuk ke dalam rantai pasok yang lebih luas di bawah naungan unit bisnis USK.
Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK, Dr. Syaifullah Muhammad, menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan teknis agar produk SMK mencapai standar pasar industri.
Sementara itu, Direktur Utama PT Global Mandiri USK, Rizalsyah, menyatakan kesiapannya menjadi mitra komersialisasi aset SMK agar mampu menghasilkan pendapatan mandiri yang dapat digunakan kembali untuk pengembangan kualitas pendidikan.
”Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi langsung pada aksi korporasi. Aset SMK yang luar biasa harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bagi sekolah tersebut,” pungkas Rizalsyah.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan keselarasan (link and match) antara dunia pendidikan tinggi, pendidikan vokasi, dan industri di Aceh.
Sebagai PTNBH, USK fokus pada pengembangan inovasi dan kemandirian finansial melalui optimalisasi aset dan hilirisasi riset lewat 15 unit usaha serta PT Global Mandiri USK guna mendukung pembangunan sumber daya manusia di Aceh dan nasional.

