Asakita.News | Banda Aceh — Pemerintah terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dan kawasan Timur Tengah di tengah perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut. Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI belum merilis klasifikasi WNI berdasarkan asal daerah, termasuk yang berasal dari Aceh.
Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan Kemenlu RI kepada publik, tercatat sekitar 329 WNI berada di Iran. Mayoritas dari mereka merupakan mahasiswa dan pelajar yang menetap di kota Qom dan Teheran.
Sejak Jumat (6/3), pemerintah melalui Kemenlu RI telah memulai proses evakuasi WNI dari Iran sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi keamanan. Pada tahap pertama, sebanyak 32 WNI berhasil dievakuasi melalui Azerbaijan.
Pemerintah Indonesia juga memastikan bahwa evakuasi lanjutan akan terus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi keamanan di lapangan.
Sementara itu, kondisi WNI yang berada di sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah dilaporkan masih relatif aman. Pemerintah di negara-negara tersebut juga telah mengeluarkan imbauan keamanan kepada seluruh warga, termasuk warga asing, agar membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memperoleh informasi terbaru terkait keberadaan WNI, khususnya yang berasal dari Aceh.
Pihak Pemerintah Aceh menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkomitmen menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat melalui media apabila terdapat pembaruan terkait kondisi WNI di Iran maupun kawasan Timur Tengah lainnya.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan Kemenlu terkait perkembangan situasi ini. Jika ada informasi terbaru, khususnya terkait WNI asal Aceh, akan segera kami sampaikan kepada teman-teman media,” demikian disampaikan dalam keterangan yang diterima media.

