ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Jumat, April 17, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Aceh

Pemerintah Aceh Apresiasi Bantuan 1,2 Juta PIN E-Learning untuk Siswa Korban Bencana

Admin by Admin
Januari 28, 2026 | 14 : 15
in Aceh
0
Peran Pelabuhan Ulee Lheue dalam Penyaluran Logistik untuk Korban Bencana Aceh
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.news | Banda Aceh — Pemerintah Aceh mengapresiasi dukungan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri bersama ILMCI Group yang menyalurkan bantuan sebanyak 1,2 juta PIN e-learning guna mendukung keberlanjutan pembelajaran mandiri bagi siswa korban bencana di Aceh.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah dalam seremoni yang berlangsung di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Program e-learning ini merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi peserta didik di wilayah terdampak bencana, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang.

Penyerahan bantuan turut dihadiri Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto serta CEO Yayasan Anak Bangsa Indonesia–ILMCI Group Dr. Sofian Tjandra, Ph.D.

ADVERTISEMENT

Kapolda Aceh menjelaskan, program tersebut dirancang untuk menjangkau siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA melalui sistem pembelajaran elektronik yang memungkinkan peserta didik belajar secara mandiri dengan dukungan jaringan internet.

“Program e-learning ini menjadi solusi strategis agar anak-anak Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tetap memperoleh akses pendidikan yang layak. Dengan pembelajaran digital, siswa tetap bisa belajar meski dalam kondisi keterbatasan,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah.

ADVERTISEMENT

Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat metode pembelajaran adaptif di wilayah terdampak bencana serta menjadi bagian dari upaya pemulihan pendidikan jangka menengah dan panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Aceh juga memaparkan berbagai langkah penanganan dan pemulihan pascabencana yang telah dilakukan Polda Aceh, di antaranya penyediaan air bersih melalui water treatment, pembersihan fasilitas sekolah, serta pembangunan sumur bor bagi masyarakat.

“Selain penanganan darurat, kami juga fokus pada pemulihan jangka menengah dan panjang agar aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, dalam keterangannya pada Rabu (28/1/2026), menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh menyambut baik sinergi lintas sektor dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi darurat.

“Pendidikan tidak boleh berhenti meskipun kita berada dalam kondisi bencana. Kolaborasi antara Polri, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah daerah menjadi bukti bahwa negara hadir memastikan hak belajar anak-anak Aceh tetap terpenuhi,” kata Murthalamuddin.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Aceh terus berupaya bersama berbagai pihak untuk menyiapkan skema pembelajaran yang fleksibel dan adaptif, mulai dari pemanfaatan platform digital, pembelajaran mandiri, hingga penyesuaian kebijakan di satuan pendidikan terdampak.

“Bantuan PIN e-learning ini sangat membantu sekolah dan peserta didik dalam menjaga kesinambungan proses belajar. Ini bukan sekadar bantuan teknologi, tetapi investasi bagi masa depan anak-anak Aceh,” tambahnya.

Berdasarkan data yang ada, dampak bencana di sektor pendidikan Aceh tergolong signifikan. Tercatat 2.805 sekolah terdampak, dengan 362.617 siswa dan 34.081 guru turut mengalami dampak, baik dari sisi sarana maupun prasarana.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Pusat memberikan fleksibilitas khusus penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2026 bagi satuan pendidikan di Aceh. Kebijakan ini bertujuan menjamin keberlangsungan proses belajar-mengajar pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir 2025.

Murthalamuddin berharap seluruh satuan pendidikan di Aceh, khususnya yang terdampak bencana, dapat mengoptimalkan kebijakan tersebut agar proses pembelajaran tetap berjalan secara optimal.

Pemerintah Aceh pun berharap sinergi lintas sektor seperti ini terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen bersama dalam membangun ketahanan pendidikan Aceh, terutama di wilayah rawan bencana.[Admin]

37
Previous Post

Nuzulul Fahmi Bongkar Motif di Balik Kritik Nasrul Zaman: Gagal Seleksi JPT, Lalu Serang Sekda Aceh

Next Post

Kursi wamenkeu Kosong, Siapa Tuannya

Admin

Admin

Next Post
Kursi wamenkeu Kosong, Siapa Tuannya

Kursi wamenkeu Kosong, Siapa Tuannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In