Asakaita.News | BANDA ACEH — Drs. Muzakkir, M.Pd., masih terbilang baru memimpin SMA Negeri 3 Banda Aceh. Ia resmi dipercaya menakhodai sekolah tersebut setelah dilantik pada 23 Juli 2026 menggantikan Muhibbul Khibri, S.Pd., M.Pd. Hingga September 2026, masa kepemimpinannya baru berjalan sekitar dua bulan. Sejak menerima amanah, Muzakkir menyatakan komitmennya meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat karakter siswa, serta membangun kolaborasi dengan guru, siswa, dan orang tua.
Meski baru di SMAN 3, Muzakkir bukan sosok baru dalam dunia pendidikan Banda Aceh. Sebelumnya, ia memiliki perjalanan panjang di SMA Negeri 4 Banda Aceh dan pernah dipercaya menjadi kepala sekolah. Rekam publik pada 2022 mencatat sejumlah penguatan fasilitas di sekolah itu, termasuk pojok baca, laboratorium bahasa, blok parkir, serta rehabilitasi ruang kelas melalui dukungan Dinas Pendidikan Aceh.
Pengalaman yang disebut mencapai sekitar 25 tahun mengabdi di lingkungan SMAN 4 Banda Aceh, ditambah rekam sebagai guru berprestasi sebagaimana informasi yang disampaikan kepada Meugah.com, menjadi modal Muzakkir dalam mengelola sekolah. Dokumen SMAN 4 pada 2022 juga mencatat Drs. Muzakir, M.Pd., pernah mengemban tugas sebagai Wakasek Kesiswaan sebelum kemudian tercatat sebagai kepala sekolah.
Kini, amanah memimpin SMAN 3 Banda Aceh membawa tantangan baru. Dengan masa jabatan yang masih seumur jagung, pengalaman panjangnya di dunia pendidikan menjadi bekal untuk menjaga prestasi sekaligus memperkuat karakter, kedisiplinan, dan lingkungan belajar yang aman. Muzakkir sendiri sejak awal menyebut jabatan tersebut sebagai “amanah besar” dan menempatkan kolaborasi warga sekolah serta orang tua sebagai bagian penting untuk membawa SMAN 3 Banda Aceh terus berkembang.


