ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Kamis, September 10, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Aceh

Munas VI ABPPTSI, Prof. Marniati Perjuangkan Kuota Beasiswa S3 demi Percepatan Guru Besar PTS

Admin by Admin
Juli 22, 2026 | 00 : 18
in Aceh
0
Munas VI ABPPTSI, Prof. Marniati Perjuangkan Kuota Beasiswa S3 demi Percepatan Guru Besar PTS
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.News | Jakarta — Pernyataan tegas Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Fauzan mengenai urgensi perguruan tinggi beradaptasi dengan perubahan zaman menerima dukungan penuh dari Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPTSI) Wilayah Aceh.

Prof. Fauzan mengingatkan pengelola perguruan tinggi swasta (PTS) tentang ancaman serius jika institusi pendidikan tinggi tidak mampu menyesuaikan diri dengan arus revolusi industri 4.0 dan perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI). Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP PTSI) di Pullman Central Park Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dalam pidatonya, Wamendik Fauzan menyoroti rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi yang pada 2025 baru mencapai 32,89% dan tingginya jumlah pemuda usia 15–24 tahun yang masuk kategori NEET (not in employment, education, or training). Ia memperingatkan bahwa kegagalan membaca arah perubahan lebih berbahaya ketimbang perubahan itu sendiri, merujuk pada pengalaman beberapa negara yang menghadapi krisis keberlangsungan kampus swasta.

“Ancaman terbesar perguruan tinggi hari ini bukanlah kekurangan mahasiswa atau anggaran, melainkan ketika kampus masih bergerak dengan kecepatan abad ke-20 sementara dunia telah memasuki abad ke-21,” tegas Prof. Fauzan.

 

ADVERTISEMENT

KEtua ABPTSI WIL ACEH
Mendukung penuh pernyataan tersebut, Ketua ABPTSI Wilayah Aceh, Prof. adjunct Dr. Marniati M.Kes, yang saat ini juga menjabat Rektor Universitas Deztron Medan dan Ketua Yayasan Ubufiyah Indonesia, menyatakan pentingnya perguruan tinggi swasta di Aceh untuk segera melakukan transformasi kurikulum, tata kelola, dan pengembangan sumber daya manusia agar relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa kini.

ADVERTISEMENT

“Sebagai pengelola dan pembina banyak PTS di Aceh, kami sepakat bahwa adaptasi adalah keniscayaan. Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan dengan keterampilan abad ke-21 — berpikir analitis, kreatif, resilien, dan mampu bekerja sama dengan teknologi canggih,” ujar Prof. Dr. Marniati.

Prof. Adjunct Dr .Marniati juga menegaskan harapannya agar LLDikti lebih peka terhadap kondisi riil PTS, berperan sebagai pelindung yang memfasilitasi proses transformasi, bukan sebagai penghambat birokratis. Ia menyoroti panjangnya prosedur penambahan program studi di bidang baru yang menghambat respons cepat kampus terhadap tuntutan industri.

“LLDIKTI harus menjadi pelindung perguruan tinggi, memberikan pendampingan dan kemudahan regulasi dalam transformasi dan penambahan program studi di bidang-bidang terbaru. Bukan menjadi faktor yang memperlambat kemajuan PTS,” kata Prof. Adjunct Dr.Marniati.

Kebijakan klasterisasi: Solusi penyesuaian
Menjawab tantangan tersebut, kementerian pendidikan tinggi menetapkan kebijakan klasterisasi PTS sebagai langkah mitigasi. Kebijakan itu dimaksudkan untuk memberikan pendekatan pembinaan yang lebih terfokus berdasarkan karakteristik, kapasitas, dan kebutuhan setiap kelompok PTS sehingga pendampingan dan alokasi sumber daya bisa lebih efektif.

Prof. Fauzan menekankan pentingnya penguatan kompetensi dosen, penyesuaian kurikulum, serta percepatan pengembangan program studi baru yang relevan dengan ekosistem digital dan kebutuhan industri. Ia juga mengingatkan bahwa revolusi teknologi akan menggantikan banyak pekerjaan konvensional, sehingga perguruan tinggi harus menempatkan pembentukan karakter dan keterampilan manusiawi di pusat pendidikan.

Tantangan dan harapan
Prof. Adjunct Dr.Marniati M.Kes mengakui proses transformasi tidak mudah, terutama bagi PTS skala kecil dan menengah yang menghadapi keterbatasan sumber daya. Namun, ia optimis dengan dukungan kebijakan yang proaktif dari LLDikti ABPTSI Aceh dan kolaborasi antara pengelola, yayasan, dan pemangku kepentingan, PTS di Aceh dan seluruh Indonesia bisa bangkit menjadi institusi yang adaptif dan relevan.

“Transformasi butuh waktu, tetapi menunda berarti kehilangan kesempatan besar untuk melahirkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja masa depan,” tutupnya.

25
Previous Post

SEKDA ACEH TAKZIAH KE RUMAH DUKA IBUNDA PEMIMPIN REDAKSI SERAMBI INDONESIA DI SIGLI

Next Post

Hadiri Munas III di Jakarta, Heri Safrijal Siap Bawa Semangat Baru Pro Jurnalismedia Siber

Admin

Admin

Next Post
Hadiri Munas III di Jakarta, Heri Safrijal Siap Bawa Semangat Baru Pro Jurnalismedia Siber

Hadiri Munas III di Jakarta, Heri Safrijal Siap Bawa Semangat Baru Pro Jurnalismedia Siber

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In