BANDA ACEH – Asakita.news,- Gubernur Aceh, atau yang akrab disapa Mualem, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 25 pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh, Jumat malam (27/2).
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di , Banda Aceh, tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Aceh dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik di berbagai sektor pembangunan.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Gubernur Mualem dan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Aceh.
Dalam sambutannya, Mualem menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan kebutuhan organisasi untuk memastikan roda pemerintahan berjalan optimal, responsif, dan adaptif terhadap dinamika pembangunan.
“Penempatan pejabat harus sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. Ini bagian dari upaya memperkuat kinerja birokrasi agar lebih profesional dan mampu menjawab tantangan pembangunan Aceh ke depan,” tegasnya.
Menurutnya, penyegaran birokrasi menjadi langkah penting dalam mempercepat realisasi program prioritas pemerintah daerah. Ia juga mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja penuh integritas, menjaga amanah jabatan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Pelantikan ini sekaligus menjadi konsolidasi penting dalam struktur birokrasi Pemerintah Aceh, terutama dalam menghadapi agenda pembangunan daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan akuntabilitas pemerintahan.
Adapun 25 pejabat Eselon II yang dilantik meliputi:
- Taufik sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh
- Diwarsyah sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA)
- Murtalamuddin sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh
- Erwin sebagai Kepala Dinas Pengairan Aceh
- Zulkifli sebagai Kepala Bappeda Aceh
- Husnan sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh
- T. Robby Irza sebagai Asisten II Setda Aceh
- Reza Saputra sebagai Kepala Satpol PP dan WH Aceh
- Asnawi sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh
- Safridal sebagai Kepala Dinas Peternakan Aceh
- Munawar sebagai Kepala Badan Kesbangpol Aceh
- A. Murtala sebagai Asisten III Setda Aceh
- Abdullah sebagai Kepala Inspektorat Aceh
- dr. Muhazar sebagai Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin
- Reza Ferdian sebagai Kepala Dinas Koperasi, UKM dan UMKM Aceh
- T. Aznal sebagai Kepala Dinas Pertanahan Aceh
- Safrizal sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh
- Bahron sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA)
- Hendra Faisal sebagai Wakil Direktur Umum RSUDZA
- Novita sebagai Wakil Direktur Pelayanan RSUDZA
- Zahrol sebagai Kepala Sekretariat MPU Aceh
- Daniel sebagai Kepala Sekretariat MPA Aceh
- Ihsan sebagai Kepala Sekretariat MAA Aceh
- Bon Mizwar sebagai Kepala Biro Otonomi Daerah Setda Aceh
- Budi Afrizal sebagai Kepala Dinas Sosial Aceh
Dengan komposisi pejabat baru ini, Pemerintah Aceh diharapkan mampu menghadirkan birokrasi yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Langkah konsolidasi ini juga dinilai sebagai sinyal kuat komitmen Gubernur dalam membangun sistem pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan transparan demi mendorong percepatan pembangunan Aceh secara berkelanjutan.

