Asakita.News | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi dan misi Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) untuk menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh.
Sebagai langkah nyata, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Akmil Husen, SE, M.Si, mengajak para lulusan perguruan tinggi dan pendidikan vokasi di Aceh untuk memanfaatkan Program Pemagangan Nasional Batch I Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui MagangHub.
Menurut Akmil Husen, program ini merupakan kesempatan emas bagi generasi muda Aceh untuk memperoleh pengalaman kerja profesional sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja.
“Program pemagangan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung visi Gubernur Aceh Mualem untuk mengurangi angka pengangguran. Kami mengajak putra-putri terbaik Aceh agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini,” ujar Akmil Husen.
Pendaftaran Program Pemagangan Nasional dibuka dari tanggal 16 hingga 28 Juli 2026 melalui laman maganghub.kemnaker.go.id.
Peserta yang lolos akan memperoleh berbagai manfaat, di antaranya:
* Uang saku setara UMK.
* Jaminan sosial ketenagakerjaan.
* Pendampingan mentor profesional.
* Sertifikat pemagangan.
* Sertifikasi kompetensi BNSP secara gratis.
Adapun persyaratan peserta meliputi Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki akun SIAPKerja, lulusan D3, D4, S1 atau profesi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun, data telah terverifikasi di PDDIKTI, serta belum pernah mengikuti Program Pemagangan Nasional sebelumnya.
Sementara itu, jadwal pelaksanaan dimulai dengan pendaftaran dan pemilihan lowongan pada 16–28 Juli 2026, dilanjutkan seleksi dan wawancara 29 Juli–5 Agustus 2026, pengumuman hasil seleksi 7 Agustus 2026, dan peserta mulai menjalani pemagangan pada 10 Agustus 2026.
Untuk memudahkan masyarakat, Disnakermobduk Aceh juga membuka Posko Pendampingan Program Pemagangan Nasional di Kantor Disnakermobduk Aceh, Gedung D, Kompleks Geuceu, Banda Aceh. Bahkan selain layanan konsultasi secara langsung, Akmil juga menyediakan kelas pendampingan bagi peserta pada setiap hari kerja (dari pukul 08.30 – 12.00 WIB) guna membantu peserta dalam proses registrasi dan pendaftaran.
Akmil Husen berharap semakin banyak pemuda Aceh yang memanfaatkan program ini sebagai bekal memasuki dunia kerja, sehingga mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan siap bersaing di tingkat nasional.
“Kami ingin anak-anak muda Aceh memiliki pengalaman kerja yang berkualitas sehingga lebih mudah terserap di dunia industri. Ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun Aceh yang lebih maju melalui peningkatan kualitas SDM,” tutupnya.


