Banda Aceh, Asakita.news, – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh menginisiasi lahirnya Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh (FHPTA) sebagai ruang kolaboratif untuk memperkuat sinergi informasi, tata kelola kehumasan, dan citra akademik perguruan tinggi di Aceh.
Forum tersebut resmi dibentuk dalam Rapat Koordinasi Humas dan Protokol di Aula Lantai V Gedung LLDikti Wilayah XIII Banda Aceh pada Selasa (28/4/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan humas perguruan tinggi negeri dan swasta se-Aceh.
Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T, menegaskan pembentukan forum ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem komunikasi pendidikan tinggi di Aceh.
Menurutnya, humas kampus harus mengambil peran lebih strategis, bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi mengelola reputasi, memperkuat kepercayaan publik, dan menghadirkan narasi akademik yang berdampak.
“Forum ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi pendidikan tinggi yang adaptif, profesional, dan kolaboratif.
Banyak capaian kampus yang perlu dikomunikasikan secara lebih kuat agar memberi resonansi yang luas di tengah masyarakat,” ujar Rizal Munadi.
Ia menilai sinergi antarhumas perguruan tinggi penting untuk membangun branding pendidikan tinggi Aceh secara kolektif, termasuk memperluas jangkauan publikasi dan memperkuat diplomasi kelembagaan di tingkat nasional maupun global.
Rapat pembentukan dipimpin Ali Oemar, S.Ag., M.Pd, PIC Tata Usaha, Humas dan Protokol LLDikti XIII, yang menekankan FHPTA lahir sebagai medium konsolidasi dan penguatan kapasitas kehumasan antarperguruan tinggi.
Menurut Ali Oemar, forum ini diharapkan menjadi ruang bertukar praktik-praktik baik, memperkuat kompetensi sumber daya manusia humas, sekaligus membangun pola komunikasi yang lebih terintegrasi antarkampus.
“Selama ini banyak kerja-kerja baik kampus yang berjalan sendiri-sendiri. Dengan forum ini, kita ingin membangun orkestrasi komunikasi yang saling menopang, sehingga informasi tentang capaian pendidikan tinggi Aceh bisa lebih kuat, terukur, dan berdampak,” kata Ali Oemar.
Ia menambahkan, inisiatif pembentukan FHPTA juga dimaksudkan agar humas perguruan tinggi memiliki ruang bersama untuk membaca isu, merespons dinamika publik, dan menghadirkan komunikasi kelembagaan yang lebih strategis.
Melalui musyawarah mufakat, rapat menetapkan Dr (C). Ir. Muhammad Hatta, SST., M.T, Koordinator Humas dan Kerja Sama Politeknik Negeri Lhokseumawe, sebagai Ketua FHPTA periode 2026–2029,.
Didampingi Dr. Teuku Kemal Fasya Kepala UPT Bahasa, Kehumasan dan Penerbitan Universitas Malikussaleh, ditetapkan sebagai wakil ketua. Sementara Mulyana, Kabag Humas Universitas Syiah Kuala, dipercaya mengemban amanah sebagai sekretaris.
Selain menetapkan tiga pimpinan inti, rapat juga memilih Imam Taufik Harahap, S.H., M.Si., CPM Kepala Humas Universitas Islam Kebangsaan Indonesia sebagai Wakil Sekretaris, serta Dewi Farida, SST., MKM, Kepala Humas Akbid Saleha Banda Aceh, sebagai bendahara.
Pembentukan FHPTA menandai komitmen bersama menjadikan kehumasan sebagai salah satu pilar penguat transformasi pendidikan tinggi di Aceh.

