Asakita.News | LHOKSEUMAWE — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, melantik pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muara Satu dan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, dalam rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriyah, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lhokseumawe, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah setempat.
Kehadiran Malik Musa bersama rombongan PWM Aceh disambut hangat oleh pengurus dan masyarakat. Selain prosesi pelantikan, kegiatan juga dirangkai dengan tausiah Ramadhan, santunan sosial kepada masyarakat, serta konsolidasi gerakan dakwah Muhammadiyah di tingkat cabang. Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur organisasi Persyarikatan hingga tingkat akar rumput.
Dalam arahannya, Malik Musa menegaskan bahwa pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan harus tampil di barisan terdepan sebagai penggerak dakwah dan pelayanan sosial bagi umat. Ia menyebut kepemimpinan dalam Persyarikatan bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi merupakan amanah moral untuk menjadi “obor pencerah” bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Menurutnya, Safari Ramadhan PWM Aceh merupakan strategi dakwah berkemajuan yang bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus memastikan program-program keumatan Muhammadiyah berjalan hingga tingkat cabang. Ia mengajak seluruh pengurus Muhammadiyah menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum pengabdian kolektif melalui gerakan dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial.
Rangkaian Safari Ramadhan PWM Aceh sendiri dijadwalkan berlangsung hingga 10 Maret 2026, dengan mengunjungi sejumlah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Selain pelantikan pengurus cabang, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran santunan anak yatim, penguatan dakwah, serta silaturahmi dengan masyarakat.
Pelantikan PCM Muara Satu dan Banda Sakti ini menjadi simbol estafet kepemimpinan Muhammadiyah yang terus bergerak di tengah masyarakat. Dengan tema besar “Muhammadiyah Mencerahkan Semesta,” Malik Musa berharap jajaran Muhammadiyah di daerah mampu menjadi motor perubahan sosial dan spiritual, menebarkan nilai rahmatan lil ‘alamin, serta memperkuat kontribusi Muhammadiyah bagi kemajuan Aceh yang religius dan berkeadaban.

