Asakita.news | Banda Aceh — Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Aisyah Ismail yang akrab disapa Kak IIN, meminta PLN Aceh untuk memastikan stabilitas pasokan listrik selama bulan suci Ramadan. Ia menegaskan, keandalan listrik menjadi kebutuhan vital masyarakat, khususnya saat waktu ibadah dan aktivitas malam hari meningkat.
Kak IIN yang juga merupakan anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh menyampaikan bahwa Ramadan adalah momentum sakral bagi umat Islam. Gangguan listrik, menurutnya, tidak hanya berdampak pada kenyamanan rumah tangga, tetapi juga pada kegiatan ibadah, usaha kecil, serta layanan publik yang sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil.
“Kami meminta PLN Aceh benar-benar menyiapkan langkah antisipatif. Jangan sampai pemadaman atau gangguan listrik terjadi di saat masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, maupun aktivitas sahur,” ujar Kak IIN kepada media, Rabu, 5 Februari. Ia menekankan bahwa kesiapan teknis dan respons cepat harus menjadi prioritas selama Ramadan.
Lebih lanjut, Kak IIN menegaskan bahwa dorongan ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang diserap langsung oleh Komisi III DPRA. Aspirasi tersebut, kata dia, akan ditindaklanjuti secara kelembagaan dengan menyampaikan secara resmi kepada pihak PLN Aceh agar menjadi perhatian serius dan ditangani secara konkret.
Sebagai Ketua Komisi III DPRA, Kak IIN menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama masyarakat dalam mengawal pelayanan publik, termasuk sektor kelistrikan. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan advokasi dan pengawasan. Ini bagian dari tanggung jawab kami agar masyarakat bisa menjalani Ramadan dengan khusyuk, aman, dan nyaman,” pungkasnya.

