Asakita.News | Banda Aceh — Ketua Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Aceh (HIMPALA), Syahril Ramadhan, mengecam keras beredarnya narasi pada akun TikTok Acehnews yang mencatut namanya terkait isu proyek rehabilitasi tambak di Aceh Utara.
Ia menegaskan bahwa pernyataan yang beredar dalam video tersebut bukan merupakan statemen resmi dirinya sebagai Ketua HIMPALA dan dinilai merugikan nama baik pribadi maupun organisasi yang dipimpinnya.
Syahril, yang juga dikenal dengan sapaan Ariel, menyampaikan klarifikasi bahwa narasi yang mencantumkan namanya telah disalahartikan dan tidak sesuai dengan pernyataan yang pernah ia sampaikan.
Ia menilai penyebaran informasi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta mencederai integritas organisasi HIMPALA sebagai wadah pembudidaya perikanan laut di Aceh.
Selain itu, Muchlis Sayed Adnan yang akrab disapa Yulis, selaku Koordinator Bunda Salma, turut mengecam beredarnya narasi yang dinilai tidak akurat tersebut.
Ia menyebut penyebaran informasi yang mengatasnamakan tokoh atau organisasi tanpa konfirmasi merupakan praktik komunikasi yang tidak sehat dan dapat memicu polemik di ruang publik.
Yulis menegaskan pihaknya meminta agar akun TikTok Acehnews segera memberikan klarifikasi dan perbaikan atas konten yang telah beredar luas dan ditonton puluhan ribu pengguna.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga etika informasi publik serta melindungi reputasi individu dan organisasi yang disebutkan dalam narasi tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa apabila dalam waktu 2×24 jam tidak ada klarifikasi atau perbaikan terhadap konten dimaksud, maka pihaknya mempertimbangkan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Mereka berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara bijak melalui klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Aceh []
