Asakita.news – BIREUEN — Pembukaan kembali Jalan Perjuangan di Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, mendapat sambutan hangat dari pihak SMA Negeri 1 Pandrah.
Akses jalan sepanjang 300 meter yang sempat tertutup semak belukar selama belasan tahun tersebut kini mulai dibersihkan secara bergotong royong pada Selasa (8/9/2026) guna memulihkan jalur menuju sekolah dan fasilitas umum.
Aksi gotong royong lintas sektor ini melibatkan jajaran Muspika Pandrah, TNI-Polri, APDESI, hingga sekitar seratusan siswa dan guru SMAN 1 Pandrah.
Jalan yang berada di samping Kantor Camat dan Mapolsek Pandrah ini menjadi jalur strategis yang menghubungkan langsung jalan nasional Banda Aceh–Medan menuju SMAN 1 Pandrah, pemukiman warga, serta Kantor Keuchik Gampong Meunasah Reudeup.
Kepala SMAN 1 Pandrah, Nazaruddin, S.Pd., MM, menegaskan bahwa dibukanya kembali akses ini memberikan dampak ganda, baik untuk mobilitas sekolah maupun pembentukan karakter peserta didik.
Poin Kunci Keterlibatan SMAN 1 Pandrah
Pendidikan Karakter Lapangan: Keterlibatan seratusan siswa dalam pembersihan jalan menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai nilai kepedulian lingkungan, kerja sama, dan semangat gotong royong.
Aksesibilitas Pendidikan: Pembukaan jalan mempermudah mobilitas harian para siswa, guru, dan staf sekolah menuju kompleks SMAN 1 Pandrah dari jalan utama.
Dukungan Lintas Sektor: Pihak sekolah mengapresiasi respons cepat Pemkab Bireuen, Camat Pandrah Juanda Abdullah, SE, MM, serta bantuan alat berat dan material dari Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST melalui PT Takabea.
Nazaruddin berharap proses penataan jalan berlebar 5,5 meter ini dapat berlanjut hingga tahap pengerasan dan pengaspalan agar manfaatnya terpancar maksimal bagi pelayanan pendidikan dan masyarakat sekitar.


