Asakita.News | Banda Aceh — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., memberikan pembekalan kepada 635 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Kepala BNNP Aceh menyampaikan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, perkembangan modus baru narkoba, wawasan kebangsaan, serta bahaya radikalisme.
Kepala BNNP Aceh menekankan bahwa narkotika merupakan salah satu ancaman serius bagi generasi muda karena tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat merusak pendidikan, produktivitas, masa depan, serta ketahanan bangsa. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu memiliki pengetahuan dan ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh maupun terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyampaian materi adalah perkembangan modus baru penyalahgunaan narkotika melalui liquid vape atau rokok elektrik. Perkembangan teknologi dan tren gaya hidup generasi muda dapat dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkotika untuk menyamarkan zat berbahaya dalam produk yang menyerupai liquid vape biasa.
Liquid vape ilegal dapat disalahgunakan sebagai media yang mengandung berbagai zat psikoaktif dan narkotika, di antaranya sabu dalam bentuk cair, cannabis atau ganja cair, etomidate, dan ketamin. Modus tersebut perlu diwaspadai karena secara tampilan produk dapat menyerupai liquid vape pada umumnya sehingga berpotensi mengecoh masyarakat, khususnya generasi muda.
“Jangan mudah menerima, membeli, apalagi mencoba liquid vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya. Modus penyalahgunaan narkotika terus berkembang dan memanfaatkan tren yang digemari generasi muda,” pesan Kepala BNNP Aceh.
Mahasiswa juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran narkotika melalui media sosial maupun lingkungan pertemanan. Kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba dinilai penting sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan diri mahasiswa.
Selain persoalan narkotika, Kepala BNNP Aceh mengingatkan mahasiswa mengenai ancaman *radikalisme dan intoleransi** yang juga dapat memengaruhi generasi muda. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan calon pemimpin bangsa diharapkan mampu berpikir kritis serta tidak mudah terpengaruh oleh propaganda, narasi, informasi, maupun ajakan dari pihak-pihak atau oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Mahasiswa perlu memiliki jiwa nasionalisme yang kuat agar tidak mudah dipengaruhi atau dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Perkuat rasa cinta tanah air, pahami nilai-nilai Pancasila, dan tetap kritis terhadap setiap informasi maupun ajakan yang diterima,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan nasionalisme menjadi penting di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Mahasiswa tidak boleh menerima setiap informasi secara mentah, tetapi harus mampu melakukan verifikasi, memahami konteks, dan menyaring informasi berdasarkan nilai-nilai Pancasila, persatuan dan kesatuan bangsa.
Bela negara tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pertahanan secara fisik. Bagi mahasiswa, bela negara dapat diwujudkan melalui belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, disiplin, menjaga integritas, menaati aturan, menghormati perbedaan, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjauhi narkotika.
Kepala BNNP Aceh mengajak seluruh mahasiswa baru UNMUHA untuk menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan kampus dan masyarakat, sekaligus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang toleran, nasionalis, sehat, produktif, dan bebas narkoba.
Pembekalan kepada 635 mahasiswa baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa sehingga memperkuat ketahanan generasi muda dalam menghadapi ancaman narkotika, radikalisme, intoleransi, serta berbagai informasi yang dapat mengganggu persatuan dan masa depan bangsa. Kegiatan juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara *BNNP Aceh dan Universitas Muhammadiyah Aceh* dalam mendukung pelaksanaan *Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)* serta membangun generasi muda Aceh yang sehat, berkarakter, nasionalis, dan berprestasi.

