Asakita.News | BANDA ACEH — Kepala Perwakilan (Kaperwil) Media Mitrapol Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM., S.H., menyampaikan desakan resmi kepada Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh, Kombes Pol Wahyudi, S.I.K., M.H., untuk melakukan penindakan menyeluruh terhadap dugaan jaringan mafia minyak yang beroperasi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Aceh.
Salah satu contoh yang terlihat jelas terjadi di SPBU Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Menurut pemantauan tim Media Mitrapol, meskipun sudah ada pelaksanaan razia terhadap kendaraan dugaan “mobil hantu” di lokasi tersebut, keesokan harinya kendaraan serupa kembali muncul dan terindikasi menggunakan plat nomor kendaraan serta barcode palsu untuk mengisi BBM bersubsidi.
Berdasarkan pantauan lapangan dalam beberapa waktu terakhir, kendaraan ‑ kendaraan tersebut kerap muncul di beberapa titik SPBU pada jam‑jam tertentu ungkap Teuku Indra.
“Kami melihat ada kejanggalan sistem pengawasan barcode yang seharusnya menjaga penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Ada dugaan jaringan yang memanfaatkan celah ini untuk mengambil keuntungan besar,” ujar Kaperwil Mitrapol Aceh.
Menurut Kaperwil Mitrapol, sudah seharusnya para penegak hukum mencurigai jika terlihat adanya antrian panjang di SPBU untuk minyak subsidi, karena kemungkinan besar ada kendaraan‑kendaraan “hantu” yang sedang menikmati alokasi minyak subsidi tersebut.
Fenomena munculnya kembali kendaraan “hantu” pasca razia menunjukkan penindakan selama ini masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar masalah. Hal ini merugikan keuangan negara dan menyakiti masyarakat yang berhak mendapatkan BBM subsidi sesuai ketentuan. Ia meminta Kombes Pol Wahyudi, S.I.K., M.H. segera melakukan investigasi yang lebih serius terhadap hal tersebut, segera melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sistem pengawasan dan pengelolaan di SPBU ‑ SPBU yang bermasalah, serta melakukan razia terencana dan berkelanjutan terhadap kendaraan dengan plat dan barcode palsu.
“Kami berharap pihak kepolisian tidak hanya melakukan razia sesekali tapi harus secara terus-menerus, agar dapat mengungkap jaringan di balik peredaran BBM ilegal sampai tuntas,” ujarnya.
Masih menurut Teuku Indra, melihat kondisi hari ini sudah saatnya Polisi ditempatkan di SPBU – SPBU guna mencegah hak masyarakat terhadap minyak subsidi dicuri oleh para mafia, karena seharusnya Polisi bersama masyarakat seperti yang dikatakan Bapak Kapolri kita saat ini tutupnya.


