Asakita.News | BANDA ACEH — Kepala Perwakilan (Kaperwil) Media Mitrapol wilayah Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM., S.H., menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. beserta jajaran kepolisian dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Irjen Pol. Dedy Tabrani, S.I.K., M.H., atas upaya pemberantasan jaringan narkotika, menyusul pengungkapan dugaan pabrik sabu berskala besar di Kabupaten Pidie dengan barang bukti yang dilaporkan mencapai 1,2 ton ungkapnya.
Menurut Teuku Indra, pengungkapan kasus tersebut menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat Aceh dari ancaman peredaran gelap narkotika. Ia menilai, sinergi antara kepolisian, BNN dan instansi terkait sangat dibutuhkan untuk membongkar jaringan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda serta mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dengan mengungkap tempat produksi dan menyita barang bukti. Aparat penegak hukum diharapkan terus menelusuri aliran distribusi, sumber bahan baku serta pihak‑pihak yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut, dengan tetap mengedepankan proses hukum dan asas praduga tak bersalah.
Teuku Indra mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, keluarga hingga perangkat gampong, untuk ikut berperan aktif mencegah penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk keberanian masyarakat melaporkan dugaan aktivitas mencurigakan melalui saluran resmi tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri ujarnya.
Kaperwil Media Mitrapol Aceh itu berharap Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. dan Kepala BNNP Aceh Irjen Pol. Dedy Tabrani, S.I.K., M.H. terus memperkuat koordinasi serta tetap konsisten melakukan penindakan dan pencegahan narkotika di seluruh wilayah Aceh. Ia menilai, langkah tegas yang dibarengi edukasi dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Aceh yang bersih dari narkotika, sekaligus menjaga masa depan generasi muda dan ketenteraman masyarakat tutup Teuku Indra.


