Asakita.News | BANDA ACEH — Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Aceh, Dr. Muhazar H, SKM, M.Kes, menegaskan komitmen manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kinerja pelayanan serta memperkuat kolaborasi internal pasca momentum Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam suasana silaturahmi yang penuh semangat kebersamaan, ia mengajak seluruh tenaga kesehatan dan jajaran manajemen memperkuat sinergi demi menghadirkan layanan kesehatan yang semakin optimal bagi masyarakat Aceh.
Dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa (15 April 2026), Muhazar memastikan bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tenaga medis RSUDZA yang sempat tertunda pada tahun sebelumnya telah mendapat persetujuan Gubernur Aceh dan segera direalisasikan melalui regulasi Peraturan Gubernur (Pergub).
Ia menyampaikan bahwa penerapan kebijakan tersebut mulai berlaku 1 Mei 2026, sementara pembayaran direncanakan dapat dilakukan pada bulan Juni 2026 setelah penyempurnaan draft regulasi pendukung selesai dibahas.
Selain itu, Muhazar juga menyampaikan perkembangan terkait kondisi keuangan RSUDZA, khususnya mengenai beban utang rumah sakit yang berdasarkan hasil audit sementara tercatat mendekati Rp400 miliar. Ia menegaskan bahwa manajemen RSUDZA memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan kewajiban tersebut secara bertahap dan terukur sebagai bagian dari upaya penataan tata kelola keuangan rumah sakit yang lebih sehat dan transparan.
Menurutnya, peningkatan nilai utang tersebut dipengaruhi oleh akumulasi kewajiban sebelumnya yang bertambah pada tahun 2025. Namun demikian, pihak manajemen saat ini sedang menunggu hasil audit final sebagai dasar langkah penyelesaian yang sistematis dan akuntabel.
Ia optimistis dengan dukungan pemerintah daerah dan koordinasi lintas sektor, proses penyelesaian kewajiban tersebut dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Muhazar memastikan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDZA saat ini berjalan maksimal. Ia menyebutkan bahwa penanganan pasien terus dilakukan secara cepat dan profesional sebagai bagian dari komitmen RSUDZA dalam memberikan pelayanan kesehatan rujukan utama di Aceh.
Melalui penguatan manajemen dan dukungan seluruh tenaga medis, RSUDZA diharapkan terus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi Aceh.

