Asakita.News | BANDA ACEH – Kota Banda Aceh bersiap menjadi tuan rumah perhelatan nasional City Sanitation Summit (CSS) XXIV dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) pada 17–19 November 2026 mendatang.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memastikan kesiapan daerah dalam menyambut ratusan delegasi dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Ajang nasional yang mengusung tema “Transformasi Sanitasi Aman, Membangun Kota Inklusif, Berketahanan dan Berkelanjutan” tersebut kini memasuki tahap persiapan yang telah mencapai 70 persen.
Hal itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Banda Aceh sekaligus Ketua Panitia CSS XXIV AKKOPSI 2026, Faisal, dalam rapat monitoring yang berlangsung di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Jumat (6/11/2026) malam.
Faisal menyebutkan, hingga saat ini sekitar 60 kepala daerah, baik wali kota maupun bupati dari berbagai wilayah Indonesia, telah menyatakan kesediaannya untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Menurutnya, CSS XXIV dan Rakernas AKKOPSI bukan sekadar agenda pertemuan antarpemerintah daerah, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen nasional dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui percepatan pembangunan layanan sanitasi yang layak dan aman.
Dalam kegiatan tersebut, Banda Aceh akan memperkenalkan empat lokasi dan inovasi unggulan pengelolaan sanitasi serta lingkungan yang diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain.
Keempatnya meliputi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), Waste Collection Point (WCP) yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan pendekatan ketahanan pangan dan keluarga, inovasi kamiKita dalam pengelolaan serta daur ulang sampah berbasis teknologi tepat guna, hingga pemanfaatan gas metan dari limbah dan sampah.
“Dalam kegiatan ini akan ada talkshow yang menghadirkan para menteri, rapat kerja nasional, serta kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi pengelolaan sanitasi dan lingkungan unggulan di Banda Aceh,” jelas Faisal.
Ia optimistis, penyelenggaraan CSS XXIV dan Rakernas AKKOPSI juga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran ratusan delegasi diperkirakan menggerakkan sektor perhotelan, UMKM, pusat kuliner, kafe, restoran, hingga meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi.
Faisal berharap momentum tersebut dapat memperkuat posisi Banda Aceh di tingkat nasional sebagai kota yang aman, nyaman, layak huni, serta ramah bagi wisatawan maupun investor.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyukseskan agenda nasional tersebut dengan memberikan sambutan hangat dan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu.
Illiza menegaskan, keramahan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun citra positif Banda Aceh di mata para delegasi dari seluruh Indonesia.
“Mari bersama kita tunjukkan keramahan dan budaya peumulia jamee sebagai identitas masyarakat Aceh, sehingga setiap tamu memperoleh kesan positif selama berada di Kota Banda Aceh,” ajak Illiza.
Ia juga secara khusus mengimbau pengelola hotel, restoran, warung kopi (warkop), serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan agar bersama-sama menciptakan suasana yang aman, nyaman, ramah, dan bersahabat.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Banda Aceh diharapkan tidak hanya sukses menjadi tuan rumah CSS XXIV dan Rakernas AKKOPSI 2026, tetapi juga mampu memperkenalkan inovasi sanitasi, memperluas jejaring antardaerah, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.


