CIREBON, ASAKITA.NEWS — Dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendadak menjadi sorotan.
Sejumlah kepala sekolah SD dan SMP mendatangi Mapolresta Cirebon untuk memberikan keterangan serta menyerahkan bukti terkait dugaan pemerasan dan intimidasi yang diduga dilakukan seorang oknum wartawan berinisial DS.
Kasus tersebut mencuat setelah sejumlah kepala sekolah mengaku menjadi korban dugaan intimidasi dengan modus ancaman akan melaporkan mereka apabila tidak memenuhi permintaan tertentu.
Informasi yang beredar menyebutkan, sedikitnya 14 kepala sekolah SD Negeri di Kecamatan Depok diduga menjadi sasaran aksi tersebut. Nilai dugaan permintaan uang disebut mencapai sekitar Rp30 juta.
Perkara itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian pada 14 September 2026.
Tidak berhenti pada laporan awal, sejumlah kepala sekolah SDN dan SMPN kembali mendatangi Mapolresta Cirebon. Mereka datang secara bersama-sama untuk memberikan keterangan tambahan sekaligus menyerahkan apa yang disebut sebagai novum atau bukti baru kepada penyidik.
Kepala sekolah berinisial HM, yang mewakili sejumlah kepala sekolah SDN dari wilayah Kecamatan Gegesik, memberikan keterangan kepada penyidik terkait dugaan aksi yang mereka alami.
Sementara dari kalangan kepala sekolah SMPN, HS, kepala sekolah dari wilayah Kecamatan Lemahabang, turut memberikan keterangan dan menyerahkan barang bukti kepada kepolisian.
Dalam informasi yang disampaikan, turut disebut adanya dua oknum wartawan lainnya berinisial AS dan KD yang juga dikaitkan dengan persoalan tersebut. Namun, keterlibatan masing-masing pihak masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan kepolisian.
Puluhan Kepsek Bersatu
Kehadiran puluhan kepala sekolah di Mapolresta Cirebon menjadi perhatian. Mereka tidak hanya datang untuk memberikan keterangan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap kepala sekolah lain yang diduga mengalami intimidasi.
Bagi para kepala sekolah, aksi bersama tersebut merupakan bentuk sikap menolak praktik pemerasan dan intimidasi terhadap lingkungan pendidikan.
Salah seorang kepala sekolah dari Kecamatan Sumber, HA, mengatakan dugaan aksi intimidasi dan pemerasan yang dikaitkan dengan DS sudah meresahkan sejumlah kepala sekolah.
HA berharap aparat kepolisian segera melakukan langkah hukum sesuai ketentuan terhadap pihak yang terbukti melakukan pemerasan maupun intimidasi.
“Kami berharap pihak kepolisian segera menindak tegas apabila dalam proses hukum terbukti adanya pemerasan dan intimidasi,” demikian inti harapan yang disampaikan HA.
Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut hubungan antara insan pers dan lembaga pendidikan. Proses hukum diharapkan dapat mengungkap secara terang siapa saja yang terlibat, modus yang digunakan, serta kebenaran dari seluruh bukti dan keterangan yang telah diserahkan kepada penyidik.
Sumber: TikTok Bang Joei
Catatan: seluruh pihak yang disebut masih memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan. Status hukum masing-masing pihak mengikuti hasil penyelidikan dan penyidikan kepolisian.


