ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Jumat, April 17, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Aceh

Hari Meugang Kedua, Harga Daging Rp. 170 Ribu per Kilo di Kota Banda Aceh, Warga Tetap Antusias Berbelanja

Admin by Admin
Februari 18, 2026 | 08 : 49
in Aceh
0
Hari Meugang Kedua, Harga Daging Rp. 170 Ribu per Kilo di Kota Banda Aceh, Warga Tetap Antusias Berbelanja
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.news | BANDA ACEH — Memasuki hari kedua tradisi Meugang, harga daging sapi di Kota Banda Aceh masih bertahan di angka Rp170.000 per kilogram. Meski tergolong tinggi, masyarakat tetap antusias membeli daging untuk kebutuhan menyambut bulan suci Ramadhan.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh, sejak pagi hari warga sudah memadati lapak-lapak pedagang daging. Aktivitas jual beli terlihat ramai, bahkan sebagian pedagang mengaku stok dagangan mereka cepat habis sebelum siang.

Salah seorang pedagang daging di Pasar Gampong Baro Pasar Aceh mengatakan, harga Rp170.000 per kilogram sudah berlaku sejak hari pertama Meugang dan belum mengalami penurunan. Menurutnya, harga tersebut dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat serta biaya distribusi ternak yang meningkat.

ADVERTISEMENT

“Permintaan sangat tinggi. Walaupun harga Rp. 170 ribu per kilo, masyarakat tetap beli karena Meugang ini tradisi yang sudah turun-temurun,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku tetap membeli daging meski harus mengeluarkan biaya lebih besar dari biasanya. Bagi mereka, Meugang merupakan momen penting untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati hidangan daging sebagai bentuk rasa syukur menyambut Ramadhan.

ADVERTISEMENT

Tradisi Meugang sendiri merupakan kearifan lokal masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Idul Adha. Pada momen tersebut, hampir setiap keluarga berupaya menyajikan masakan berbahan dasar daging di rumah masing-masing.

Pemerintah setempat diharapkan dapat terus memantau stabilitas harga serta ketersediaan pasokan daging agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga hari terakhir Meugang.

49
Tags: kota Banda AcehMeugang keduaTradisi meugang
Previous Post

Tarawih Perdana di Masjid At-Taqwa Pidie, Ketua PWM Aceh A Malik Musa: Ajak Umat Maksimalkan Ibadah Ramadhan Serta Salurkan Sembako Dari Muhammadiyah

Next Post

APBA 2026 Mulai Direalisasikan, Pemerintah Aceh Percepat Belanja Daerah untuk Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Admin

Admin

Next Post
R3P Disahkan Gubernur, Muat Data Kerusakan Hingga Mencapai Rp. 153,3 Triliun

APBA 2026 Mulai Direalisasikan, Pemerintah Aceh Percepat Belanja Daerah untuk Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In