JAYAPURA – Kabar menggembirakan bagi guru Papua Nugini (PNG). Para guru di seluruh negeri berpotensi memperoleh kenaikan gaji hingga 30 persen dalam tiga tahun ke depan.
Rencana tersebut mencuat setelah Asosiasi Guru Papua Nugini (PNGTA) mencapai kemajuan dalam negosiasi dengan pemerintah terkait peningkatan gaji dan kondisi kerja guru.
Presiden PNGTA, Aita Sanangkepe, dalam pertemuan khusus Komite Manajemen Nasional (NMC), mengatakan Nota Kesepakatan (MOA) telah ditandatangani dan kini tinggal menunggu penyelesaian proses administrasi sebelum diterapkan.
Dilansir Jubi dari tvwan.com.pg, Sabtu (19/9/2026), Sanangkepe menyebut guru kemungkinan akan memperoleh informasi lebih rinci mengenai implementasi kesepakatan tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Guru tahun ini.
PM PNG PASANG TARGET TINGGI
Kebijakan peningkatan kesejahteraan guru tersebut sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Papua Nugini James Marape pada 31 Mei 2026.
Marape sebelumnya menyatakan guru akan menjadi salah satu kelompok pegawai negeri dengan gaji tertinggi di Papua Nugini.
Pemerintah PNG menempatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu bagian penting untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan memastikan peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang lebih baik.
Langkah tersebut juga berlangsung ketika biaya hidup meningkat dan kesenjangan remunerasi di sektor publik menjadi perhatian.
30 PERSEN DALAM TIGA TAHUN
PNGTA menyebut kenaikan gaji hingga 30 persen tersebut akan diberikan secara bertahap selama tiga tahun.
Bagi organisasi guru, peningkatan remunerasi menjadi salah satu prioritas utama dalam negosiasi dengan pemerintah, bersamaan dengan perbaikan tunjangan dan kondisi kerja.
Sanangkepe menilai perkembangan negosiasi tersebut sebagai sinyal positif bagi guru di seluruh Papua Nugini.
Sementara itu, Kongres PNGTA dijadwalkan berlangsung di Mt Hagen, Western Highlands, akhir tahun ini. Forum tersebut akan membahas pendidikan, hubungan industrial, kesejahteraan guru, serta arah masa depan organisasi.


