ASAKITA.NEWS, JAMBI – Gubernur Jambi menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait insiden pengeroyokan terhadap seorang guru oleh oknum siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur).
Peristiwa tersebut dinilai telah mencederai martabat profesi pendidik dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dalam surat tertanggal 17 Januari 2026 itu, Gubernur Jambi menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan bahwa pendidik merupakan pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden.
“Bagaimana kualitas sumber daya manusia dapat terjaga jika guru sebagai ujung tombak pendidikan justru menjadi korban anarkisme di lingkungan sekolah,” tulis Gubernur dalam surat tersebut.
Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi serta aspirasi akademisi dan praktisi pendidikan, Gubernur meminta Presiden memberikan atensi khusus terhadap kasus tersebut. Ia memohon agar aparat penegak hukum mengusut tuntas aksi pengeroyokan di SMKN 3 Tanjab Timur secara transparan dan tanpa pandang bulu guna menegakkan supremasi hukum.
Selain itu, Gubernur Jambi juga mengusulkan penguatan Undang-Undang Guru dan Dosen agar memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi tenaga pendidik dari berbagai bentuk intimidasi dan kekerasan.
Dalam suratnya, Gubernur turut meminta Presiden memerintahkan Kapolri untuk memberikan perhatian penuh terhadap penanganan kasus tersebut. Penegakan hukum yang cepat dan terbuka dinilai penting untuk meredam keresahan publik.
Tak hanya itu, Gubernur Jambi juga mengusulkan agar Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes urin terhadap para siswa yang terlibat pengeroyokan. Langkah ini disebut sebagai upaya deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika yang dapat memicu perilaku agresif.
“Guru adalah orang tua kedua bagi anak-anak bangsa. Perlindungan terhadap guru berarti perlindungan terhadap masa depan Indonesia,” tegas Gubernur Jambi dalam penutup suratnya.
Pemerintah Provinsi Jambi berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah tegas demi menjaga marwah pendidikan nasional dan menjamin keamanan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

