ASAKITA.NEWS | KUTACANE – Upaya Pemerintah Aceh dalam melindungi sekaligus mengembangkan kekayaan sumber daya genetik lokal kembali membuahkan hasil. Durian Jonson Leuser, salah satu durian unggulan asal Aceh Tenggara, kini resmi memiliki Sertifikat Tanda Daftar Varietas (TDV) dari pemerintah.
Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., kepada Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhri, dalam rangkaian Festival Durian yang digelar di Kutacane, Sabtu (26/7/2026).
Penyerahan sertifikat menjadi tonggak penting dalam upaya perlindungan varietas lokal sekaligus memperkuat posisi Durian Jonson Leuser sebagai komoditas hortikultura unggulan Aceh yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Plt. Kadistanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, mengatakan, pendaftaran varietas merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian plasma nutfah lokal sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap varietas unggulan yang dimiliki daerah.
“Melalui sertifikat ini, kita ingin memastikan varietas lokal Aceh mendapat perlindungan sekaligus menjadi modal dalam pengembangan agribisnis yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Menurut Azanuddin, keberadaan varietas unggulan yang telah terdaftar juga membuka peluang lebih besar dalam pengembangan benih, budidaya, promosi, hingga perluasan pasar, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk hortikultura Aceh di tingkat nasional.
Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh atas dukungan terhadap pengembangan komoditas unggulan daerah.
Ia menilai, Durian Jonson Leuser merupakan aset berharga Aceh Tenggara yang memiliki cita rasa khas dan kualitas unggul sehingga layak menjadi ikon hortikultura daerah. Dengan telah terdaftarnya varietas tersebut, diharapkan pengembangan durian lokal semakin terarah dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Festival Durian yang berlangsung di Kutacane turut menjadi ajang promosi berbagai varietas durian unggulan Aceh Tenggara. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong sektor pertanian, agrowisata, serta memperkuat identitas Aceh Tenggara sebagai salah satu sentra penghasil durian berkualitas di Indonesia.


