ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Juni 9, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Aceh

Dukung Langkah Mualem! Fuad Samad: Blok Andaman Jangan Sampai Lepas, Aceh Harus Menang Negosiasi

Admin by Admin
Juni 8, 2026 | 12 : 19
in Aceh
0
Dukung Langkah Mualem! Fuad Samad: Blok Andaman Jangan Sampai Lepas, Aceh Harus Menang Negosiasi
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | ASAKITA.NEWS  – Pengamat kebijakan publik asal Aceh, Fuad Samad, menyuarakan keprihatinannya terhadap polemik pengelolaan Blok Andaman yang belakangan menjadi perhatian publik. Dalam wawancara santai bersama tim redaksi di sebuah warung kopi di Banda Aceh, Fuad menegaskan bahwa Aceh tidak boleh lagi kecolongan seperti masa lalu, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam strategis yang selama ini dinilai belum memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Aceh.

Menurut Fuad, polemik terkait Plan of Development (PoD) atau rencana pengembangan di kawasan Andaman menunjukkan bahwa Aceh membutuhkan tim negosiator yang lebih kuat, cepat, dan memiliki kapasitas tinggi dalam memahami aspek teknis, ekonomi, hingga sosial. Ia mengaku mendukung penuh langkah Gubernur Aceh yang telah mengirim surat resmi terkait penundaan keputusan, namun menilai perjuangan tersebut harus dikawal lebih serius dengan gerakan yang lebih terbuka dan terukur.

“Ini bukan persoalan kecil. Jangan sampai Blok Andaman lepas dari kepentingan Aceh. Kita punya kedekatan wilayah, fasilitas pendukung seperti Arun, dan hak historis yang tidak boleh diabaikan. Jangan sampai kejadian masa lalu terulang lagi, Aceh punya sumber daya, tapi rakyat hanya jadi penonton,” ujar Fuad dengan nada serius.

ADVERTISEMENT

Fuad juga menyoroti pentingnya keterlibatan tenaga ahli dan penguatan kapasitas daerah dalam sektor energi dan migas. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mulai membangun komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk perusahaan yang memahami sistem industri perminyakan serta BUMD di Aceh untuk memperkuat posisi tawar daerah apabila nantinya masuk ke tahap negosiasi yang lebih kompleks.

Menurutnya, pemerintah Aceh tidak boleh lagi berjalan lamban atau terkesan diam dalam menghadapi persoalan strategis seperti ini. Ia berharap masyarakat diberikan informasi yang cukup terkait perkembangan negosiasi agar publik bisa ikut mengawal. “Jangan masyarakat tahu setelah gagal baru ribut. Harusnya proses negosiasi dibuka secara sehat supaya rakyat tahu siapa timnya, bagaimana progresnya, dan apa strategi yang sedang diperjuangkan,” katanya.

ADVERTISEMENT

Fuad menilai, negosiator Aceh ke depan harus terdiri dari figur yang memiliki wawasan luas, kemampuan teknis, kecakapan ekonomi, serta pemahaman sosial yang kuat. Menurutnya, pembahasan pengelolaan energi tidak bisa hanya mengandalkan satu perspektif semata, melainkan harus melibatkan tim multidisiplin agar Aceh tidak mudah dipatahkan dalam argumentasi di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mendorong agar Pemerintah Aceh mulai mempertimbangkan skema kepemilikan saham atau keterlibatan modal daerah dalam proyek strategis migas, sehingga Aceh tidak hanya menjadi wilayah eksploitasi tetapi juga mendapatkan nilai ekonomi yang jelas. Dengan begitu, sektor energi bisa benar-benar mendorong peningkatan PAD, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pembangunan daerah.

Fuad secara tegas mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu seperti pengelolaan Arun harus menjadi pelajaran besar. Ia menilai selama ini banyak sumber daya alam Aceh yang keluar tanpa transparansi manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, ia mengusulkan agar kontrak-kontrak pengelolaan sumber daya, baik migas maupun sektor lainnya, dievaluasi dan ditinjau ulang demi kepentingan daerah.

“Sudah cukup Aceh dilecehkan dan tertinggal di atas tanah yang kaya sumber daya. Ini waktunya bangkit, mahasiswa, pengusaha, tokoh masyarakat, media, hingga wakil rakyat harus ikut bersuara. Blok Andaman bukan hanya soal migas, tapi soal masa depan ekonomi rakyat Aceh,” pungkas Fuad Samad penuh harap.

7
Previous Post

Perkuat Perang Melawan Narkoba, BNNP Aceh Resmikan ULT P4GN dan Relawan Anti Narkoba

Next Post

Anggota DPRA Nora Idah Nita Harap Percepatan Penyelesaian Jembatan Kutablang Demi Kelancaran Ekonomi Masyarakat

Admin

Admin

Next Post
Anggota DPRA Nora Idah Nita Harap Percepatan Penyelesaian Jembatan Kutablang Demi Kelancaran Ekonomi Masyarakat

Anggota DPRA Nora Idah Nita Harap Percepatan Penyelesaian Jembatan Kutablang Demi Kelancaran Ekonomi Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In