Asakita.News | Jakarta – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak menutup jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Ia juga meminta masyarakat, termasuk di Indonesia, agar tidak panik terkait isu pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi saat ditemui di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta. Ia menegaskan bahwa jalur pelayaran yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia tersebut tetap terbuka bagi kapal-kapal yang melintas. 
“Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka,” ujar Boroujerdi kepada wartawan. 
Menurutnya, Iran sebagai negara yang memiliki tanggung jawab atas keamanan kawasan tersebut hanya memberlakukan protokol lalu lintas tertentu, terutama dalam situasi konflik atau perang. Kapal-kapal yang mematuhi aturan tersebut tetap dapat melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan.
Boroujerdi menambahkan bahwa Iran telah menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz selama ratusan tahun. Karena itu, ia menegaskan bahwa keamanan di wilayah tersebut berlaku untuk semua negara yang berkepentingan dalam perdagangan dan distribusi energi global. 
Ia juga menilai kekhawatiran sebagian pihak terkait kemungkinan penutupan Selat Hormuz seharusnya tidak dibesar-besarkan, karena hingga saat ini jalur tersebut tetap dapat digunakan oleh kapal-kapal internasional yang mematuhi protokol yang berlaku. 
Pernyataan Dubes Iran ini sekaligus merespons berbagai spekulasi yang beredar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Boroujerdi memastikan bahwa aktivitas pelayaran tetap berjalan sehingga masyarakat tidak perlu panik terkait potensi gangguan distribusi minyak dunia maupun pasokan BBM.

