ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Minggu, April 19, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Banda Aceh

Dari Dapur Negara ke Meja Keluarga”: Skema Take Home Food Dinilai Solusi Sosial MBG Ramadhan

Admin by Admin
Januari 23, 2026 | 20 : 52
in Banda Aceh
0
Dari Dapur Negara ke Meja Keluarga”: Skema Take Home Food Dinilai Solusi Sosial MBG Ramadhan
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.news | Banda Aceh – Direktur Aceh Sosial Development (ASD), Nasrul Sufi, S.Sos., M.M, menilai skema take home food (makanan dibawa pulang) sebagai solusi sosial paling relevan untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan suci Ramadhan tanpa mengganggu ibadah puasa masyarakat.

Menurut Nasrul Sufi, substansi utama MBG adalah pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap gizi, terutama bagi anak-anak, lansia, dan keluarga rentan. Karena itu, perubahan metode distribusi selama Ramadhan tidak boleh menghilangkan tujuan utama program.
“Dapur negara tidak boleh berhenti hanya karena metode berubah. Yang penting makanan tetap sampai ke meja keluarga. Skema take home food adalah jalan tengah antara kebijakan publik dan nilai ibadah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, pendekatan ini sejalan dengan prinsip perlindungan sosial berkelanjutan (social protection continuum), di mana bantuan negara harus tetap hadir meski situasi sosial berubah. Dalam konteks Aceh, kebijakan ini juga relevan dengan budaya berbagi dan solidaritas keluarga yang kuat selama Ramadhan.

ADVERTISEMENT

Nasrul Sufi menambahkan, MBG Ramadhan juga dapat menjadi instrumen stabilitas sosial, terutama di tengah kondisi pasca bencana banjir yang masih mempengaruhi sebagian wilayah Aceh. Pemenuhan gizi yang konsisten dinilai mampu menjaga ketahanan keluarga dan menurunkan beban sosial masyarakat.
“Kebijakan sosial yang baik bukan hanya soal program, tetapi soal empati. Saat masyarakat berpuasa, negara tetap hadir dengan cara yang lebih bijak dan menghormati nilai lokal,” tegasnya.

Aceh Sosial Development menyatakan kesiapan menjadi mitra pemerintah dalam pendampingan pelaksanaan MBG Ramadhan, khususnya pada aspek pendataan, distribusi, dan pengawasan berbasis komunitas agar program tetap tepat sasaran dan berkelanjutan.

100
Previous Post

Bantu Korban Bencana, Kadisdik Aceh Tegaskan Penggantian Ijazah dan Transkrip Nilai Tidak Dipungut Biaya

Next Post

Harapan dari Gayo Lues, Siswa Tetap Bersekolah Pascabencana

Admin

Admin

Next Post
Harapan dari Gayo Lues, Siswa Tetap Bersekolah Pascabencana

Harapan dari Gayo Lues, Siswa Tetap Bersekolah Pascabencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In